Surabaya (ANTARA) - Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Matin Jawahir mengingatkan pengurus untuk fokus khidmat/pelayanan pada nahdliyyin daripada "dinamika" internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang ramai di media.
"Jangan kaget dengan perkembangan NU yang kadang ramai dalam media massa, karena perkembangan itu menandakan perubahan ," katanya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU di MWCNU Mulyorejo, Surabaya, Minggu.
Oleh karena itu, pengasuh Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, Jatim itu mengapresiasi Harlah Satu Abad NU yang diperingati MWCNU Mulyorejo, Surabaya dengan pembagian Sertifikat Tanah Wakaf atas nama Perkumpulan NU ke Musholla, Masjid, dan Sekolah se-kecamatan Mulyorejo.
Menurut Kiai Matin, NU sekarang memasuki abad kedua Masehi yang dalam setiap abad itu biasanya memang ada perubahan-perubahan yang disebut dalam hadits sebagai Mujaddid.
"Hadits tentang mujaddid itu terdapat dalam riwayat Sunan Abu Daud bahwa Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanya," katanya.
Mengutip HR Abu Daud tersebut, ia berharap kepada para kader NU untuk tetap semangat menyongsong Abad Kedua Nahdlatul Ulama' dan memahami dinamika yang ramai/ribut itu sebagai tanda akan adanya perubahan.
"Yang di tingkat bawah tetap berkhidmat tanpa melihat dinamika di atas," katanya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Mulyorejo ustadz Shoim Syahri menyampaikan Harlah Satu Abad NU diperingati MWCNU dengan pemberian duplikat sertifikat Tanah Wakaf NU kepada Musholla, Masjid, dan Sekolahan di lingkungan NU, sehingga penyerahan duplikat sertifikat wakaf ini menjadi Jaminan bahwa masjid dan musholla aman secara amaliiyah dan juga aman secara aset.
"Aman secara amaliyah bahwa dengan sertifikat wakaf NU maka musholla dan masjid akan terjaga amaliyah NU-nya sepanjang masa, siapapun yang menjadi pengurus masjid dan musholla di tempat itu," katanya.
Selain itu juga aman secara aset, karena aset berupa tanah tidak akan pindah tangan dan bersengketa dengan siapapun, karena statusnya sudah jelas.
"Untuk penitipan sertifikat yang asli di brangkas MWCNU juga untuk menjaga secara fisik tidak hilang atau ketlisut karena pergantian pengurus takmir, karena MWCNU Mulyorejo juga pernah kehilangan sertifikat dengan luas 1.300 meter persegi hingga pewakaf berkenan mengurus kembali dengan biaya cukup besar," katanya.
Hal yang sama juga ditegaskan Katib Syuriah PWNU Jatim KH Ahsanul Haq.
"Pembagian sertifikat Tanah Wakaf NU sangat penting, karena masa saya jadi ketua belum sempat mewujudkan hal itu dan juga syaratnya waktu itu sangat rumit dan susah," katanya.
