Surabaya (ANTARA) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkuat komitmen pengembangan eco campus melalui Podclass Warta 17 dengan menghadirkan Eco Student (Junior) of The Year 2025 Revalina Fernanda.
“Bagi kami, Patriotisme tidak hanya berbicara soal sejarah, tetapi juga tentang masa depan bangsa. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga bumi tempat generasi Indonesia tumbuh. Karena itu, Untag Surabaya terus mengembangkan ekosistem eco campus agar nasionalisme mampu hadir dalam bentuk yang relevan, ilmiah, dan berdampak,” kata Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT, CLA., CISA., dalam keterangannya, Kamis.
Melalui tema “Green Patriotism, Merah Putih di Tangan Gen-Z”, Untag Surabaya secara aktif membangun narasi baru patriotisme modern, yakni cinta tanah air yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial.
Kehadiran Eco Student (Junior) of The Year 2025 Revalina Fernanda menjadi bagian dari pendekatan Untag Surabaya dalam menghadirkan figur inspiratif untuk memperkuat ekosistem pendidikan karakter berbasis lingkungan sejak usia dini.
Revalina Fernanda, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Surabaya, dikenal aktif sebagai Ashoka Young Changemakers, Pelajar Pelopor Kota Surabaya, Duta Internet Sehat dan Aman UNICEF (United Nations Children’s Fund), Duta Lingkungan Hidup Surabaya, serta Duta Pemantik Surabaya.
Dalam diskusi, Revalina membagikan pengalaman pribadinya.
“Saya tinggal di lingkungan penuh pabrik industri. Setiap berangkat sekolah, masih pagi udaranya panas dan berpolusi. Itu karena pemanasan global semakin meningkat. Salah satu cara menguranginya adalah melalui aksi nyata menanam pohon. Karena itu, saya memilih untuk bergerak langsung melalui kegiatan penanaman sekaligus memberdayakan masyarakat,” tuturnya.
Presiden Organisasi Tunas Hijau Mochamad Zamroni menilai pendekatan Untag Surabaya terhadap lingkungan bersifat nyata dan terintegrasi.
“Saya melihat Untag Surabaya memiliki gedung-gedung bergaya futuristik namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Air hujan dikelola melalui tanah resapan, pemanfaatan cahaya matahari untuk efisiensi energi, jalur pejalan kaki yang rindang, serta pengelolaan hidroponik yang hasilnya dijual kepada masyarakat. Itu menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan,” katanya.
Kegiatan tersebut mempertegas posisi Untag Surabaya sebagai Kampus Merah Putih yang tidak hanya menanamkan nasionalisme melalui wacana, tetapi juga melalui kebijakan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, serta pembangunan kampus berkelanjutan yang terukur dan berdampak.
Untag Surabaya perkuat eco campus lewat Podclass Warta 17
Kamis, 22 Januari 2026 18:24 WIB
Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT, CLA., CISA., saat Podclass Warta 17 dengan Eco Student (Junior) of The Year 2025 Revalina Fernanda. (ANTARA/HO-Humas Untag Surabaya)
Untag Surabaya terus mengembangkan ekosistem eco campus agar nasionalisme mampu hadir dalam bentuk yang relevan
