Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sebagai upaya memanusiakan manusia saat meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri. 

"Jadi UPT RSBL ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap ODGJ di wilayah bagian timur provinsi. Upaya nyata kita memanusiakan manusia. Insya Allah, kalau kita memuliakan yang ada di bumi, kita akan dimuliakan yang ada di langit," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis. 

Ia juga mengapresiasi dedikasi para petugas dan pendamping di UPT RSBL yang dinilai menjalankan tugas dengan kesabaran tinggi dan kepekaan nurani dalam melayani penerima manfaat.

"Semua luar biasa. Semuanya tentu berinteraksi degan hati. Tapi saya ingin sampaikan kalau kerjanya luar biasa tanpa diikuti dengan keikhlasan, menurut saya merugi. Jadi, ayo. Yang setengah-setengah ikhlas, kuatkan keikhlasan," katanya. 

Ia menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang ringan, terlepas dari ikhlas atau tidaknya seseorang.

Menurutnya, tugas itu bukan sekadar merapikan atau mendisiplinkan, melainkan memastikan penerima manfaat menjadi sehat dan terus sehat.

Pada kesempatan itu, Khofifah menyapa langsung para penerima manfaat serta meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari asrama, ruang makan, lapangan, hingga ruang pelatihan keterampilan.

Ia juga menanam pohon mangga di area UPT RSBL Pasuruan sebagai simbol komitmen perawatan berkelanjutan.

"Semua yang kita tandur, akan kita lihat lagi paling telat tahun depan. Banyak yang tidak melihat bagaimana cara saya melakukan monitoring. Karena apa yang kita tanam, menjadi tugas kita untuk merawat," katanya.

Khofifah menambahkan bahwa kedisiplinan dalam merawat pohon-pohon tersebut merupakan cerminan dari cara merawat seluruh penerima manfaat di tempat itu.

Gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada 2024 dengan anggaran Rp30,8 miliar di atas lahan seluas 3 hektare.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas 305 penerima manfaat, terdiri atas 216 laki-laki dan 89 perempuan, dengan kategori berat sebanyak 141 orang dan kategori ringan 164 orang.

Sementara itu, pembangunan UPT RSBL Kediri dilaksanakan pada 2025 dengan anggaran Rp22,27 miliar di atas lahan seluas 2,7 hektare.

UPT tersebut melayani 300 penerima manfaat, dengan rincian kategori berat 71 orang, kategori sedang 171 orang, dan kategori ringan 58 orang yang telah siap dipulangkan.



Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026