Situbondo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melaporkan akses utama Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng tertimbun longsor setelah wilayah itu diguyur hujan deras sekitar tiga jam.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo Puriyono menyampaikan peristiwa tanah longsor di desa itu terjadi pada Selasa (20/1), sekitar pukul 23.45 WIB.
"Jadi, kemarin (20/1) malam itu hujan deras disertai angin mengguyur di desa itu sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, dan tidak lama kemudian tebing di jalan desa longsor," ujar dia di Situbondo, Rabu.
Dia mengatakan material longsor berupa batu dan tanah menutup akses utama warga Desa Patemon sepanjang sekitar 200 meter dan lebar tiga meter.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa, serta TNI/Polri di wilayah itu untuk melakukan kajian cepat penanganan tanah longsor yang menutup akses utama warga setempat.
"Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah perbukitan untuk terus waspada terhadap ancaman potensi terjadinya longsor susulan," kata dia.
Pada hari yang sama, katanya, bronjong/tangkis sungai sepanjang 100 meter dan tinggi enam meter di Dusun Rampak, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur ambrol.
"Bronjong ambrol tersebut kerugiannya mencapai sekitar Rp500 juta dan peristiwa ini juga berdampak satu rumah warga yang bangunannya berada di atas bronjong," kata Puriyono.
BPBD Situbondo laporkan akses utama jalan desa tertimbun longsor
Rabu, 21 Januari 2026 17:18 WIB
Warga Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur, gotong royong menangani material longsor yang menutup akses utama warga setempat, Rabu (21/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Situbondo
