Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan bahwa lima jembatan putus dan tiga jembatan rusak terdampak bencana banjir yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
"Terdapat lima jembatan putus yakni di Dusun Beji, Desa Banjarsari; kemudian jembatan yang menghubungkan Desa Jangur–Desa Sumberbendo, jembatan penghubung Desa Brani Wetan–Desa Sumbersecang, serta jembatan di Dusun Mendek Kulon Desa Sumberkramat dan Desa Kalianan," katanya saat dihubungi per telepon di Probolinggo, Selasa.
Selain jembatan putus, lanjut dia, terdapat kerusakan jembatan di tiga titik yakni penghubung Desa Ambulu–Desa Sumberbendo, jembatan penghubung Desa Satreyan–Desa Sumbersecang serta jembatan di Desa Betektaman akibat banjir yang menerjang di Probolinggo pada 11, 16 dan 17 Januari 2026.
"Kerusakan dan putusnya jembatan itu tentu berdampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk penanganan darurat dan rencana perbaikan," tuturnya.
Ia menjelaskan tidak ada warga yang terisolasi akibat jembatan putus tersebut karena masih ada akses jalan untuk menuju desa lain, namun memang jaraknya agak jauh.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan OPD dan desa terkait untuk pembangunan dan perbaikan jembatan mana yang harus diprioritaskan, namun warga juga membuat jembatan darurat sementara sambil menunggu perbaikan jembatan dari pemerintah," katanya.
Selain jembatan, BPBD juga mencatat kerusakan plengsengan sebanyak delapan unit di beberapa lokasi bencana akibat terjangan banjir dan tingginya debit air sungai.
Cuaca ekstrem dan angin kencang juga mengakibatkan kerusakan fasilitas pendidikan di wilayah Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, sehingga BPBD bersama instansi terkait telah melakukan asesmen awal untuk memastikan keamanan bangunan dan aktivitas belajar mengajar.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, sejumlah bencana telah terjadi di berbagai wilayah, mulai dari longsor di Kecamatan Krucil, banjir di Kecamatan Sumberasih dan Tongas hingga banjir di wilayah barat dan timur Kabupaten Probolinggo, serta cuaca ekstrem juga mengakibatkan ambruknya ruang kelas di SDN Sumberkare 1 di Kecamatan Wonomerto.
"Saya imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BPBD akan terus siaga dan hadir bersama masyarakat dalam upaya penanganan maupun mitigasi bencana," katanya.
