Pacitan - Sejumlah nelayan mengeluhkan turunnya produktivitas tangkapan udang lobster di Kabupaten Pacitan seiring musim hujan dan cuaca buruk selama dua bulan terakhir.
"Penurunannya jika dibanding sebelum musim hujan bisa mencapai 50 persen," kata salah seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Suyanto, Kamis.
Dikatakannya, jika pada musim kemarau lalu sekali melaut Yanto mampu menangkap 10-15 kilogram lobster, maka kini mereka perolehannya maksimal hanya sekitar tujuh kilogram.
Berkurangnya tangkapan itu diperkirakan karena lobster berpindah lokasi habitat hidup, yakni memilih wilayah yang airnya lebih jernih, seperti diketahui, wilayah tangkapan lobster nelayan selama ini lebih banyak berada di dekat muara Sungai Grindulu.
Secara umum, jumlah tangkapan lobster di wilayah perairan Kabupaten Pacitan terus mengalami penurunan.
Data di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat mencatat pada tahun 2007, selama setahun jumlah tangkapan jenis udang yang berukuran cukup besar ini total mencapai 45,094 ton, setahun berikutnya berkurang hingga menjadi hanya 28,02 ton saja.
Bahkan pada tahun 2009 produksi udang lobster menyusut menjadi 9,163 ton. Jumlah lebih rendah tercatat pada tahun lalu, dimana jumlah tangkapan pada 2011 hanya 6,202 ton.
Tangkapan lobster tersebut terdiri dari berbagai jenis, seperti mutiara, batu, bambu, batik dan lainnya dengan harga bervariasi, yakni mulai Rp150 ribu hingga Rp450 ribu perkilogram. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026