Blitar (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, membenahi jalur kereta api yang rusak usai terjadi pencurian baut penambat rel di KM 127 + 358 petak jalan Blitar–Rejotangan.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengemukakan pihaknya bergerak cepat melakukan perbaikan dan melengkapi kembali baut-baut penambat rel yang dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga.
“Baut penambat rel adalah komponen vital. Kehilangannya dapat berdampak serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api. KAI Daop 7 Madiun bergerak cepat melakukan perbaikan agar operasional KA tetap aman,” ujar Tohari dalam keterangannya di Blitar, Kamis.
Pencurian baut penambat rel tersebut diketahui terjadi di KM 127 + 358 petak jalan Blitar–Rejotangan pada Rabu (7/1). Petugas menemukan sejumlah baut penambat hilang, yang berpotensi mengganggu stabilitas jalur rel dan membahayakan perjalanan kereta api.
PT KAI Daop 7 Madiun juga langsung menerjunkan petugas prasarana ke lokasi untuk mengamankan jalur, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta mengganti dan melengkapi kembali baut penambat yang hilang.
Seluruh proses dilakukan sesuai standar keselamatan perkeretaapian sehingga jalur dinyatakan aman dan tetap laik operasi.
Proses perbaikan tersebut dilakukan oleh petugas di titik yang dilakukan pencurian baut penambat rel di KM 127 + 358 petak jalan Blitar–Rejotangan, yang merupakan wilayah Daop 7 Madiun.
Awalnya, petugas mendata ada kehilangan 13 buah baut penambat. Namun, dari pengembangan penyidikan kepolisian, pelaku yang telah ditangkap mengakui telah melakukan pencurian di sedikitnya lima titik berbeda dengan total kehilangan mencapai 108 buah baut penambat rel.
Selain perbaikan, KAI Daop 7 Madiun juga makin meningkatkan patroli pengamanan jalur rel dan berkoordinasi dengan aparat setempat guna mencegah kejadian serupa terulang.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan prasarana perkeretaapian serta segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif melaporkan adanya dugaan pelaku pencurian baut penambat rel. Informasi cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan awal serta pengamanan prasarana perkeretaapian.
Ia pun menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama, dan bukan hanya dari satu pihak. Untuk itu, sinergi penting demi mencegah gangguan keamanan.
“Partisipasi masyarakat sangat kami apresiasi. Laporan yang disampaikan menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Sinergi antara KAI dan masyarakat seperti ini sangat penting untuk mencegah gangguan keamanan prasarana ke depan,” kata Tohari
