Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mengapresiasi penyaluran Beasiswa Pra Sejahtera di Kota Surabaya yang dinilainya mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kami Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur sangat mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas SDM melalui penyaluran Beasiswa Pra Sejahtera, khususnya di Kota Surabaya,” ujar Cahyo di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Ia menyampaikan bahwa sekitar 3.000 siswa di Surabaya telah menerima manfaat dari program tersebut.
Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga pra sejahtera agar tetap bisa bersekolah.
Cahyo menilai pelaksanaan program dari sisi teknis berjalan baik, termasuk besaran bantuan yang diberikan cukup membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mempermudah akses pendidikan.
Selain itu, dirinya juga mencermati efektivitas pelaksanaan program dan ketepatan sasaran penerima manfaat. Menurut Cahyo, akurasi data menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar diterima pihak yang membutuhkan.
“Kami juga melihat bagaimana efektivitas dan ketepatan penerima manfaat, dan sejauh ini data penerima manfaat sudah sangat baik,” tuturnya.
Cahyo menegaskan bahwa Beasiswa Pra Sejahtera tidak hanya sekadar bantuan jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar pendidikan anak-anak tidak terhenti akibat keterbatasan ekonomi.
Ke depan, Cahyo mendorong agar program tersebut terintegrasi dengan pendampingan pendidikan dan penguatan karakter sehingga manfaat yang diberikan tidak hanya bersifat material, tetapi juga mendukung peningkatan daya saing generasi muda.
“Kalau bisa, ke depan beasiswa ini diikuti pendampingan dan pembinaan, sehingga anak-anak kita tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing dan berkarakter,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Komisi E DPRD Jatim memastikan akan terus mengawal kebijakan pendidikan tersebut.
