Pacitan, Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok di Kabupaten Pacitan dalam kondisi mencukupi serta stabil menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Menjelang Natal dan tahun baru biasanya terjadi peningkatan permintaan logistik masyarakat. Melalui pasar murah kami memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau dan stok aman," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Pacitan, Jatim, Rabu.
Serangkaian kegiatan pasar murah sebelumnya digelar Pemprov Jatim di sejumlah daerah di Jatim, bersamaan dengan gelaran Festival Mangrove ke-9, termasuk yang terakhir digelar di Pacitan.
Setelah memantau langsung di pasar-pasar dan pelosok daerah, Khofifah mengaku optimistis harga bahan pokok cukup stabil.
Padahal permintaan bahan pangan biasanya meningkat menjelang Natal dan tahun baru sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga.
Untuk itu, pemerintah daerah melakukan intervensi melalui pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
"Melalui pasar murah ini kami memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau dan stok aman," kata Khofifah.
Ia menegaskan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur hingga akhir tahun mencukupi sehingga pemerintah fokus menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
"Sembako Insya Allah sangat cukup. Yang perlu kita jaga adalah daya beli masyarakat agar tetap terjangkau," ujarnya.
Menurut Khofifah, harga komoditas di pasar murah lebih rendah dibandingkan harga pasar karena mendapat subsidi dari Pemprov Jatim. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
"Ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk stabilisasi harga sekaligus pengendalian inflasi. Titik-titik pasar murah kami sebar karena wilayah Jawa Timur sangat luas," katanya.
Dalam pasar murah di Pacitan, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, antara lain beras premium Rp14 ribu per kilogram, beras medium Rp11 ribu per kilogram, minyak goreng Rp13 ribu per liter, telur ayam ras Rp22 ribu per kemasan.
Tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, bawang putih sinco Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7.500 per 250 gram, serta daging ayam Rp30 ribu per kemasan.
Warga Pacitan Sri Mulyani mengatakan pasar murah tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Natal dan Tahun Baru.
"Harga di sini jauh lebih murah. Gula biasanya Rp18 ribu, di sini Rp14 ribu. Telur dari Rp28 ribu jadi Rp22 ribu. Sangat membantu," ujarnya.
