Kediri - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Jawa Timur Akhmad Munir mengingatkan pentingnya uji kompetensi wartawan sebagai bekal uji kemampuan dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.
"Uji kompetensi ini penting sebagai legitimasi profesionalitas wartawan," katanya saat menghadiri acara workshop bisnis "online" untuk wartawan yang digelar oleh PWI Perwakilan Kediri, Sabtu (22/12) malam.
Munir mengatakan, untuk uji kompetensi wartawan itu yang menyelenggarakan langsung adalah Dewan Pers.
Materi yang diujikan sesuai dengan tingkatan atau jenjang jurnalis, yaitu jurnalis muda dengan masa kerja 2-5 tahun, jenjang madya 5-9 tahun atau tingkat redaktur, dan yang terakhir jenjang wartawan utama atau setingkat pimpinan redaksi.
Pihaknya menyebut, sampai saat ini sudah ada sekitar 180 wartawan di Jatim yang mengikuti uji kompetensi selama 2012.
"Hingga 10 tahun ke depan semua wartawan harus bersertifikat," kata wartawan senior yang juga Kepala Perum LKBN Antara Biro Jawa Timur.
Ia juga meminta agar PWI Kediri juga bersiap untuk melakukan kegiatan uji kompetensi dan PWI Jatim siap memfasilitasi, termasuk koordinasi dengan Dewan Pers terkait dengan pelaksanaan uji kompetensi tersebut.
Pihaknya juga berpesan agar wartawan memegang kode etik jurnalistik (KEJ) dalam melakukan tugasnya, sebagai pedoman dalam meliput dan menyiarkan informasi dengan benar
Sementara itu, Ketua PWI Kediri Imam Subawi mengatakan saat ini masih belum bisa memutuskan untuk menyelenggarakan uji kompetensi, namun pihaknya mendukung upaya profesionalisme wartawan.
"Kami harus koordinasi dulu untuk menyelenggarakan uji kompetensi," kata Imam.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri Yusuf Saputro mengatakan, saat ini AJI juga sudah menggalakkan kegiatan uji kompetensi wartawan.
Dalam kegiatan ini akan diuji tentang profesionalisme, komunikasi massa, pers nasional, prinsip jurnalistik, unsur berita, nilai berita, jenis berita, sampai kode etik jurnalistik.
"Selain soal tulis, juga ada praktik langsung, merancang materi, desain, mengolah manajemen redaksi, sampai menyikapi masalah etik," kata Yusuf.
Namun, ia menyebut saat ini di Kediri juga belum ada tanggal pasti untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Untuk saat ini, diselenggarakan di Semarang, dan bagi jurnalis di AJI Kediri yang ingin ikut akan dikirimkan ke Semarang. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026