Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Probolinggo Mohammad Haris memastikan penanganan darurat banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kecamatan Tiris berjalan optimal dan layanan dasar warga terdampak bencana terpenuhi dengan baik.
Bupati bersama sejumlah pejabat dan anggota DPRD Probolinggo turun langsung meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Tiris, Jumat.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, mempercepat asesmen serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Rombongan Bupati melakukan pengecekan jembatan di Desa Tiris serta rumah milik Sudianto di RT 3 RW 1 Dusun Taman yang bagian dapurnya jebol akibat longsor.
Bantuan simbolis diserahkan kepada tujuh rumah yang terdampak banjir bandang.
"Peningkatan curah hujan dalam beberapa minggu terakhir telah diantisipasi dengan mitigasi oleh sejumlah perangkat daerah, khususnya BPBD," tuturnya.
Sejak beberapa pekan lalu, ketika curah hujan mulai sangat tinggi dan ekstrem, pihaknya sudah memerintahkan semua OPD terkait terutama BPBD untuk melakukan mitigasi bencana.
"Mitigasi dan asesmen terus dilakukan hampir setiap hari, termasuk pengecekan mulai dari hulu sungai di perbatasan Jember hingga wilayah yang kita khawatirkan sejak kemarin," ujarnya.
Kekhawatiran itu terbukti ketika tiga aliran sungai di wilayah Pegunungan Argopuro menyatu dan membawa debit air besar hingga merusak jembatan yang berada di Kecamatan Tiris.
Ia memastikan asesmen struktur jembatan dan perubahan geometri sungai sedang dilakukan, termasuk dampaknya terhadap bangunan sekolah yang berada di sekitarnya.
"Ada beberapa sekolah yang terkena dampak dari perubahan aliran air yang besar. Saya minta semua OPD terkait turun ke lokasi mulai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan lainnya," katanya.
Haris menjelaskan prioritas pemerintah daerah saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak karena yang terpenting sekarang adalah bagaimana masyarakat yang terisolasi bisa mendapatkan kebutuhan pokok, akses kesehatan, termasuk untuk anak sekolah dan ibu hamil.
"Kami siapkan jembatan darurat, bantuan makanan, pakan dan kebutuhan pokok lainnya yang merupakan kebutuhan dasar warga harus dipenuhi," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang telah sigap melakukan evakuasi mandiri, sehingga ketika air naik, maka evakuasi langsung dilakukan, sehingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa yang tercatat, kecuali satu korban di Dusun Puncaksari yang telah ditangani.
"Saya memastikan bahwa seluruh jembatan yang terdampak akan dibangun dengan standar lebih tinggi dan lebih tangguh. Semua jembatan harus dibangun lebih tinggi agar tidak mudah terdampak banjir,” katanya.
