Madiun (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah itu tahun 2025 mencapai 85,12 dan masuk dalam kategori sangat tinggi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur Abdul Azis di Madiun, Jumat, mengatakan capaian IPM tahun 2025 sebesar 85,12 tersebut naik 0,72 poin dari IPM tahun sebelumnya, yakni 84,51 untuk IPM tahun 2024.
"Peningkatan IPM 2025 ini tentu didorong oleh peningkatan pada semua indikator pembentuknya," ujarnya.
Menurutnya, IPM dibentuk oleh tiga faktor, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Untuk pendidikan terdapat dua indikator, yakni harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.
Untuk tahun 2025, harapan lama sekolah di Kota Madiun mencapai 14,55 tahun. Sementara untuk rata-rata lama sekolah mencapai 12,12 tahun. Artinya, anak-anak di Kota Madiun memiliki harapan sekolah sampai jenjang perkuliahan dengan rata-rata lama sekolah sampai di tingkat menengah atas.
Sedangkan untuk kesehatan indikatornya adalah usia harapan hidup (UHH) yang mencapai 76,11 tahun. Artinya, setiap bayi yang lahir memiliki umur harapan hidup sampai 76 tahun lebih. UHH ini juga tumbuh 0,44 tahun atau 0,58 persen dibanding tahun lalu.
Terakhir, ada faktor ekonomi dengan indikator pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan. Pengeluaran riil per kapita masyarakat Kota Madiun mencapai Rp18,173 juta per tahun. Ini juga meningkat Rp655 ribu dibanding 2024.
"Artinya, estimasi nilai rata-rata uang yang dibelanjakan oleh setiap individu di Kota Madiun dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi (baik makanan maupun non-makanan) sebesar Rp18 juta lebih," katanya.
Meningkatkan IPM tentu tak lepas dari peran pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sementara peningkatan IPM memang menjadi skala prioritas yang dilakukan Pemkot Madiun.
Adapun IPM dikategorikan sangat tinggi adalah apabila kabupaten/kota memiliki nilai IPM lebih dari 80 poin.
