Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya akan mendistribusikan bantuan bagi korban terdampak banjir dan longsor di Sumatera dalam dua tahapan yakni masa darurat dan rehabilitasi.

“Penyalurannya tentu nanti pertama ada yang cepat, yang sekarang langsung yang darurat,” ujar Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu.

Kementerian Agama telah menghimpun bantuan dari sejumlah lembaga filantropi seperti Baznas, FOZ, hingga Poros, untuk disalurkan kembali ke wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Selain itu, lanjut dia, Kemenag juga mengidentifikasi anggaran yang dapat diarahkan dari APBN untuk membantu penanganan bencana, termasuk penghimpunan donasi dari ASN dan masyarakat. Totalnya mencapai Rp160-an miliar.

Bantuan darurat mulai disalurkan, kata dia, termasuk distribusi dana awal masing-masing Rp250 juta melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di tiga provinsi. Bantuan itu sebagai langkah awal mempercepat pemenuhan kebutuhan korban yang sangat mendesak.

“Besok juga akan diberikan lagi sesuai kebutuhan. Ada yang sifatnya darurat dan ada juga yang untuk tahap rehabilitasi,” kata Kamaruddin Amin.

Ia menegaskan pemulihan pasca-bencana membutuhkan waktu, sehingga penyaluran bantuan akan menyesuaikan kondisi lapangan. Setelah banjir surut dan akses kembali pulih, Kemenag mulai mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan.

“Danan­ya sudah siap, tinggal eksekusinya. Kita akan lihat kondisi di lapangan. Setelah aman, kita akan mulai pembangunan madrasah, pesantren, rumah ibadah seperti masjid, dan seterusnya,” ujar Kamaruddin Amin.



Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026