Surabaya (ANTARA) - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum LKBN ANTARA Nina Kurnia Dewi menyatakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki literasi di bidang risiko dan keuangan menjadi jawaban untuk mengatasi tantangan dalam mencapai Indonesia Emas 2045.
“Indonesia hanya dapat mencapai SDG’s dan menjadi negara maju jika memiliki SDM unggul yang memiliki literasi yang cukup di bidang risiko dan keuangan atau melek risiko dan melek keuangan,” katanya dalam Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi, Akuntansi di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, dikutip dari Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Nina menyebutkan terdapat empat tantangan dalam mencapai Indonesia Emas 2045 mulai dari disrupsi ekonomi, ketidakpastian global, volatilitas politik, hingga perubahan iklim.
Di sisi lain saat ini, kata Nina, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah, manajemen risiko belum menjadi mindset nasional, serta terdapat ketimpangan kualitas SDM pusat dan daerah.
Ia menjelaskan SDM unggul adalah modal dasar pembangunan karena akan menciptakan produktivitas, inovasi, dan kemampuan adaptif yang tinggi.
Inti pembelajaran untuk SDM Unggul Indonesia adalah memiliki mindset yang lebih preventif daripada reaktif, mampu integrasi literasi keuangan dan literasi risiko melalui pendidikan, mampu membuat kebijakan dan bisnis berbasis data.
Kemudian SDM unggul juga akan mampu memperkuat UMKM dengan risk and finance skills sekaligus membangun budaya nasional yang tangguh dan siap menghadapi ketidakpastian.
Penciptaan SDM dengan kualitas unggul dan berliterasi selaras dengan SDG’s target keempat yaitu kualitas pendidikan, target keempat yaitu pekerjaan yang baik, target kesepuluh yakni mengurangi ketimpangan, dan poin ketujuh belas yaitu partnership.
SDM unggul dan berliterasi yang diseimbangkan dengan target SDG’s akan mampu mencapai visi Indonesia Emas 2045 yaitu negara berpendapatan tinggi, ekonomi kuat dan eksklusif, tata kelola modern berbasis data dan teknologi.
