Surabaya (ANTARA) - Organisasi masyarakat Pemuda Pancasila mengingatkan bahwa Kota Surabaya merupakan rumah bagi semua suku, hal ini menanggapi unggahan dari akun Instagram @viralforjustice yang memantik kegaduhan di kota itu.
Dalam unggahannya, menampilkan video bernada SARA, sehingga Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya Baso Juherman mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi.
"Surabaya adalah kota multietnis dan tidak boleh dijadikan arena provokasi," katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa.
Baso mengungkapkan Surabaya telah menjadi tempat dari berbagai suku yang telah berjuang mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia pada pertempuran 10 November 1945.
"Surabaya kini berkembang menjadi kota ekonomi dan bisnis," ujarnya.
Maka jika ada kelompok tertentu maupun individu melalui akun media sosial memproduksi konten bermuatan SARA, Baso mendorong untuk segera ditindak secara hukum demi mencegah agar kegaduhan tidak semakin melebar.
"Akun media sosial yang seperti ini mengadu domba serta meresahkan warga Kota Surabaya, merusak persatuan yang sudah adem ayem," tuturnya.
