Surabaya (ANTARA) - Perum Jasa Tirta I (PJT I) menggelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) untuk memperkuat upaya mitigasi sampah di Sungai Brantas.
Direktur Utama PJT I Fahmi Hidayat menyampaikan jika program tersebut digelar bersama Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia sebagai strategi penguatan mitigasi sejak dari sumber sampah sebelum memasuki Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.
“Pengelolaan sampah yang tepat di hulu perlu diterapkan,” kata Fahmi dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Jumat.
Ia menekankan, pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian DAS Brantas.
Dalam pelatihan tersebut, kata dia, diikuti oleh kepala dusun, kepala desa, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, serta komunitas pegiat lingkungan seperti Komunitas Kaliku, Alam Hijau dan Sabers Pungli.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, berfokus pada peningkatan keterampilan teknis dan kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat desa yang dinilai krusial dalam rantai hulu-hilir pengelolaan sungai.
"Tiga narasumber kami hadirkan untuk memberikan materi secara komprehensif mengenai pengelolaan sampah di TPS3R," ucapnya.
Nugraha Wijayanto dari TPS3R Mulyoagung Bersatu, kata dia, menjelaskan praktik terbaik dan model operasional pengelolaan yang berkelanjutan, sedangkan Renung Rubiyatdji dari CSEAS memaparkan peran para pemangku kepentingan dalam mitigasi sampah.
Selain itu, ada juga dr. Donny Septian, MARS dari PJT I memberikan materi mengenai pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam operasional pengelolaan sampah.
Bahkan, lanjutnya, Executive Director CSEAS, Arisman juga hadir untuk memberi motivasi mengenai penguatan wirausaha sosial dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas.
Sebagai bentuk dukungan, PJT I melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga menyerahkan bantuan pakaian kerja lapangan kepada pengelola TPS3R di Desa Genengan, Desa Kendalpayak, dan Desa Pakisaji.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam aktivitas pengelolaan sampah.
Sementara itu, Kepala Subdivisi TJSL dan ESG PJT I Andriana Kartikasari menegaskan kembali komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian Sungai Brantas melalui kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PJT I menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ucapnya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan di wilayah DAS Brantas.
“Semoga terbentuk ekosistem pengelolaan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
