Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyebut tentang pentingnya pencatatan perkawinan di pemerintahan sebab terkait dengan status kependudukan dan keluarga pada masa mendatang.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Senin, mengemukakan pencatatan perkawinan yang sah sesuai hukum merupakan hak setiap warga negara sehingga tidak boleh diabaikan.
“Kami terus memberikan pemahaman dan sosialisasi. Pemkot Kediri berkomitmen untuk memberikan edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pengadilan Agama, agar angka pernikahan yang belum tercatat bisa ditekan, bahkan kalau bisa menjadi nol,” katanya.
Pada 2025, jumlah pasangan di Kota Kediri yang telah menikah namun belum tercatat secara resmi oleh negara sekitar 8.000 penduduk, dan kini sudah menurun menjadi kurang lebih 6.000 penduduk.
Mbak Wali, sapaan akrabnya itu, mengatakan pencatatan perkawinan sebagai penting karena berkaitan dengan pengakuan hak pasangan dan administrasi kependudukan.
“Tanpa pencatatan yang jelas, keluarga bisa mengalami hambatan dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga perlindungan hukum dalam berbagai urusan keluarga. Inilah mengapa inovasi Koper Pengantin menjadi sangat penting dan relevan,” kata dia.
Dia juga menyampaikan bahwa di Kota Kediri sudah ada inovasi program Koper Pengantin (Kolaborasi Pelayanan Terpadu Pengurangan Status Perkawinan Tidak Tercatat Negara).
Inovasi ini, kata dia, bukan sekadar menyediakan paket dokumen, melainkan simbol hadirnya Pemkot Kediri dalam menguatkan fondasi keluarga.
Melalui program Koper Pengantin, katanya, proses administrasi yang sebelumnya panjang dan berbelit-belit, kini diintegrasikan dalam satu layanan terpadu. Pasangan pengantin baru dapat langsung menerima KTP elektronik dengan status terbaru, kartu keluarga, serta akta perkawinan dalam satu rangkaian pelayanan yang efisien.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi keluarga di Kota Kediri yang memulai kehidupan rumah tangga tanpa perlindungan hukum yang memadai. Program ini juga sangat membantu Pemkot Kediri memperbarui data kependudukan secara cepat dan akurat," kata dia.
Ia mengatakan dengan program ini data yang disajikan bisa valid dan tentunya mempengaruhi keberhasilan banyak program strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, hingga perencanaan pembangunan Kota Kediri secara keseluruhan.
Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi program ini, Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Ferry Djatmiko, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kediri Syamsul Bahri, Kepala Dispendukcapil Kota Kediri Marsudi Nugroho, dan tamu undangan lainnya.
