Kediri (ANTARA) - Selama lima tahun berturut-turut, Kota Kediri, Jawa Timur, berhasil meraih masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia, sekaligus juga menjadi rumah bersama yang harmonis dan penuh toleransi sehingga turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Capaian ini lahir dari dukungan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Budaya guyub rukun, toleransi antarumat beragama, semangat gotong royong, serta sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila telah tumbuh dan mengakar kuat di Kota Kediri,” kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Kediri, Senin.

Dia memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri pada 2025 mencapai 82,71 dan masuk kategori sangat tinggi. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren positif sebesar 1,74 persen, sementara itu, angka kemiskinan turun 0,47 persen dibanding tahun sebelumnya tercatat sebesar 6,04 persen pada November 2025.

Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda Prameswati, juga mengingatkan bahwa saat ini masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari penyebaran informasi yang tidak selalu benar, polarisasi di ruang digital, hingga menurunnya kepedulian sosial.

Menurut dia, tantangan ke depan tidaklah mudah, dan nilai-nilai Pancasila tidak akan tumbuh dengan baik tanpa adanya ketertiban, ketenteraman, dan rasa aman di tengah masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, menurut dia, nilai-nilai Pancasila harus terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kota Kediri terus menunjukkan komitmen dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Oleh karena itu, pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) menjadi sangat relevan.

“Ketika Satlinmas membantu menjaga keamanan dan kerukunan lingkungan, di situlah hadir persatuan Indonesia. Dan ketika petugas Damkar menolong masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, di situlah hadir nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata dia.

Vinanda mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen bersejarah yang mengingatkan seluruh bangsa pada fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mbak Wali juga menyatakan Pancasila bukan sekadar rangkaian sila yang dihafalkan, melainkan nilai-nilai yang harus hidup dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

"Nilai ketuhanan menumbuhkan toleransi, nilai kemanusiaan mengajarkan kepedulian, nilai persatuan menjaga kebinekaan, nilai musyawarah mendorong kebijaksanaan, serta nilai keadilan sosial menjadi tujuan pembangunan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas yang telah mengabdi dengan penuh dedikasi dalam menjaga Kota Kediri.

Ia berpesan agar seluruh jajaran terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi antarinstansi, menguasai perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat, serta selalu mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam memberikan pelayanan.

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026