Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan membina 96 desa tangguh untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah setempat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan upaya tersebut menjadi bagian program prioritas Lamongan Tangguh yang digagas untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
“Program itu juga bertujuan membangun sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana,” katanya usai memimpin apel kesiapsiagaan bencana di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan, dalam mitigasi struktural, pemerintah daerah setempat memperbaiki tanggul kritis, pengerukan saluran perkotaan, pintu operasional elektrik, serta mengoperasikan pompa berkapasitas 5.000 liter per detik.
Sedangkan untuk mitigasi non-struktural, lanjutnya, meliputi pembersihan eceng gondok, edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, serta program Lamongan green and clean.
“Tantangan bencana ke depan semakin kompleks, dampak perubahan iklim semakin terasa. Kami harus siap melakukan mitigasi bencana, baik secara struktural maupun non-struktural,” jelasnya.
Dia menambahkan, bahwa sarana-prasarana darat dan perairan juga telah disiapkan diantaranya, kendaraan pemadam, pompa air mobile, gergaji, tenda pengungsi, serta logistik berupa bahan makanan.
Sebagaimana diketahui, apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh ratusan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Komando Distrik Militer (Kodim) 0812, Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Perhubungan, Sosial, dan lembaga keagamaan.
Selain itu, pasukan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diberangkatkan untuk pelaksanaan mitigasi di lapangan menyusul bencana angin puting beliung yang menimpa sejumlah desa di wilayah setempat.
