Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendukung penuh rencana pemasangan sistem navigasi udara modern untuk meningkatkan pelayanan penerbangan di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur.
Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) akan memasang sistem navigasi modern, Instrument Landing System (ILS) dan Doppler Very High Frekuensi Omni-directional Range (DVOR).
"Dengan sistem ini akan meningkatkan pelayanan penerbangan dan kian banyak maskapai yang tertarik untuk membuka rute penerbangan di Bandara Banyuwangi," kata Ipuk di Banyuwangi, Senin.
Pemasangan sistem navigasi modern, lanjutnya, membantu pesawat udara mendarat dengan lebih tepat di tengah landasan pacu (runway) terutama saat kondisi jarak pandang rendah.
Ipuk mengaku sebelumnya telah bertemu dengan Direktur Utama Airnav Indonesia Kapten Avrianto Suratno dan membahas pemasangan sistem tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Bandara Banyuwangi.
Seperti yang disampaikan Dirut Airnav Indonesia, katanya, sistem navigasi ini akan lebih memaksimalkan keselamatan penerbangan di Bandara Banyuwangi, karena dengan alat tersebut kemungkinan gagal landing itu kecil dan bahkan dalam kondisi cuaca kurang baik sekalipun.
Sementara itu, Manajer Fasilitas Teknik Airnav Cabang Surabaya, An Naufal menyampaikan ada tiga komponen yang akan dipasang dalam sistem ILS.
Yakni Localizer yang berfungsi memberikan informasi titik tengah landasan pacu, Glide Path yang memberikan informasi sudut pendaratan 3 derajat, serta Middle Mark untuk menentukan jarak pesawat.
"Dengan sistem navigasi moderen ini akan mendukung pengembangan Bandara Banyuwangi, dan akan menjadi daya tarik bagi maskapai untuk masuk ke Bandara Banyuwangi," kata Naufal.
