Wali Kota Surabaya  Eri Cahyadi mencari solusi dalam upaya mengatasi kasus balita stunting atau kerdil dari luar daerah agar mendapatkan intervensi berupa pengobatan gratis dari pemerintah kota (pemkot) setempat.

"Yang datang ke Surabaya tidak bisa dideteksi, ketika ada survei dilakukan maka mereka tercatat sebagai warga yang memiliki balita stunting. Ini yang nanti akan kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagaimana solusi terhadap permasalahan kota besar seperti kami," kata Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat.

Secara umum, lanjut dia, mayoritas masyarakat yang menerima intervensi Pemkot Surabaya dalam penyelesaian stunting merupakan masyarakat dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah. Orang tua yang tidak memiliki penghasilan kesulitan memberikan kebutuhan gizi bagi anak-anaknya.

"Kenapa terjadi stunting? karena orang tuanya tidak memiliki penghasilan, akhirnya tidak bisa memberikan vitamin dan lain sebagainya. Untuk pengentasan stunting, dimulai sejak remaja putri diberikan tablet tambah darah, lalu calon pengantin diberikan edukasi, hingga orang tua kita berikan pekerjaan agar bisa menghidupi keluarganya," ujar Eri Cahyadi.

Baca juga: Bantu atasi stunting, Hotel Vasa ajari ibu-ibu manfaatkan daun kelor

Meski demikian, penanganan stuntung di Surabaya dinilai sudah bagus yang dibuktikan dengan piagam apresiasi sebagai Akselerator Entaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem dari salah satu media nasional di Jakarta, Kamis (26/10).

Ia berterima kasih atas keterlibatan warga Kota Pahlawan dalam percepatan penurunan stunting. "Penghargaan itu dedikasikan bagi warga Kota Surabaya. Saya berterima kasih kepada warga Surabaya atas kolaborasi bersama Kader Surabaya Hebat (KSH), perguruan tinggi, Pentahelix, serta para orang tua asuh, atas seluruh investasi yang ada di Surabaya," katanya.

Ia menjelaskan kunci sukses Pemkot Surabaya dalam mengentaskan stunting tak lepas dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Tahun 2024, lanjutnya, Pemkot Surabaya menargetkan zero stunting dan zero kemiskinan ekstrem.

"Terkait pengentasan stunting dan kemiskinan, kami memanfaatkan aset Pemkot Surabaya untuk dijadikan tempat mengembangkan UMKM atau sebagai tempat yang bisa menghasilkan dan menggerakkan ekonomi. Sehingga warga miskin yang ada di Surabaya bisa turun, karena warga mendapatkan pekerjaan, sekaligus bisa mencegah dan mengurangi stunting di Surabaya," ujarnya.
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023