Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong aparatur sipil negara (ASN) setempat meningkatkan kinerja setelah Presiden RI Joko Widodo mengusulkan kenaikan gaji sebesar delapan persen bagi ASN pusat dan daerah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.

"Ketika gaji dinaikkan maka tanggung jawab kami ini harus semakin berat," kata Wali Kota Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis.

Menurut Eri, peningkatan performa para ASN setempat merupakan hal yang wajar, sebab juga sebanding dengan jumlah pendapatan yang akan mereka terima setiap bulan ketika usulan kenaikan gaji itu diterapkan.

Cak Eri tak ingin kenaikan gaji yang diusulkan itu akhirnya malah membuat kinerja anak buahnya turun. Oleh karenanya, dia menuntut para ASN bisa bersikap profesional dalam bertugas.

"Menerima gaji, menerima tunjangan diperuntukkan bagi keluarga dan istri anak tetapi malah tidak punya semangat bekerja, padahal kami sudah disumpah," ujar wali kota.

Ia menyatakan para ASN Pemerintah Kota Surabaya harus siap bekerja dengan beban yang lebih besar saat melakukan pelayanan dan upaya menghadirkan solusi setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

"Tanggung jawab kami kepada Tuhan dan masyarakat, jadi ketika gaji dinaikkan maka harus berjuang lebih kuat lagi memberikan kebahagiaan kepada masyarakat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kenaikan gaji sebesar delapan persen yang diusulkan oleh kepala negara melalui RAPBN 2024 berlaku bagi ASN pusat dan daerah, kemudian juga bagi jajaran TNI dan POLRI.

Kenaikan pendapatan juga diusulkan oleh presiden bagi para pensiunan dengan persentase 12 persen.

Presiden menyampaikan usulan kenaikan gaji saat membacakan pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2023-2024, Rabu (16/8/2023).

Presiden Joko Widodo juga berpesan kepada seluruh ASN, TNI, dan POLRI agar meningkatkan produktivitas mereka dalam bertugas.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023