Wakil Bupati Sidoarjo Subandi menekankan stop bullying (berhenti melakukan perundungan) kepada siswa saat kegiatan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sekolah Wachid Hasyim, Sidoarjo, Senin.
 
"Seyogyanya untuk kegiatan MPLS bagi siswa baru, memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dan mengesankan," katanya.
 
Ia meminta kepada para siswa terutama siswa baru untuk menghindari bullying dan narkoba karena bisa merusak generasi bangsa.
 
"Bullying ini dampaknya luar biasa sekali, bukan hanya dampak secara fisik saja namun juga secara psikis. Selain itu reputasi instansi lembaganya sudah pasti akan terkena imbasnya," tuturnya.
 
Menurut Subandi kegiatan MPLS ini positif bagi siswa baru yang baru masuk dan pada fase transisi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pihak sekolah juga harus memperhatikan batasan MPLS sesuai regulasinya Permendikbud No. 18 Tahun 2016 salah satunya jangan membebani siswa dengan tugas yang menyulitkan.
 
"Melalui kegiatan MPLS ini, harapannya akan membentuk siswa menjadi insan yang beriman, disiplin, berakhlak mulia, kreatif dan berprestasi," ujarnya.
 
Di sisi lain, MPLS di KB-TK Al Muslim Sidoarjo diwarnai dengan kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa dengan melakukan cap lima jari.
 
"Hal ini sebagai bentuk komitmen awal dukungan dan kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa mendukung kegiatan MPLS ini," kata Siti Aminah selaku Kepala Sekolah KB-TK Al Muslim.
 
Ia mengatakan semoga harapan orang tua terhadap putra-putrinya dapat terwujud yaitu tumbuh dan berkembang secara maksimal untuk menjadi pemimpin yang soleh-solehah, sukses dunia dan akhirat.
 
"Selain itu orang tua diharapkan kooperatif dan mendukung program kegiatan sekolah serta berkolaborasi dengan para pihak sekolah untuk memaksimalkan tumbuh kembang para siswa, tanpa dukungan dan kolaborasi dari semua pihak pencapaiannya kurang maksimal," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023