Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menyediakan sebanyak 30.000 alat tes usap antigen gratis guna memasifkan tracing atau pelacakan sebagai upaya penanganan COVID-19 yang lebih maksimal di wilayahnya.

Wali Kota Madiun Maidi, Jumat, mengatakan Pemkot Madiun sudah menyiapkan anggaran hingga miliaran rupiah untuk mewujudkan kebijakan tersebut yang termasuk dalam anggaran penanganan COVID-19 pada Perubahan APBD TA 2021.

"Pada P-APBD tahun ini, pemkot mengalokasikan Rp55 miliar untuk penanganan pandemi. Salah satu yang akan kami lakukan adalah memasifkan tracing," ujar Wali Kota Maidi di Madiun.

Ia mengatakan pemkot telah mengumpulkan seluruh laboratorium swasta agar ikut membantu menyukseskan upaya tersebut. Harapannya, siapa yang sakit segera ditemukan untuk diberikan penanganan sebelum terlambat.

"Realisasi tracing masif ini secepatnya. Bulan depan, Insya-Allah sudah jalan," katanya.

Orang nomor satu di Kota Madiun itu berharap tracing masif tersebut bisa menekan risiko persebaran COVID-19. Dia meminta petugas tegas. Begitu hasil tes warga reaktif, diminta untuk segera dibawa ke rumah sakit, baik rumah sakit lapangan ataupun tempat isolasi terpusat.

Setiap kelurahan di Kota Madiun rata-rata terdiri dari 30 hingga 60 lingkungan rukun tetangga (RT). Nantinya, tracing masif itu akan diprioritaskan ke wilayah yang tergolong zona oranye.

Ia menilai tracing masif penting untuk mengetahui gambaran situasi pandemi di Kota Madiun secara lebih komprehensif.

"Tracing masif tidak masalah, karena kita cari warna (zona) yang sebenarnya. Kalau ada yang sakit, harus kita sembuhkan," katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Madiun berupaya maksimal dalam penanganan dan pecegahan kasus COVID-19. Harapannya, warga mendukung dengan disiplin menerapkan prokes dalam aktivitas sehari-hari.

Tercatat, secara keseluruhan di Kota Madiun kasus konfirmasi positif COVID-19 hingga Jumat (27/8) telah mencapai 6.893 orang. Dari jumlah itu, 6.149 orang di antaranya telah sembuh, 270 lainnya masih dalam pemantauan, dan 474 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per Jumat ini, konfirmasi baru 42 orang, sembuh 67 orang, dan meninggal dunia empat orang.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021