Pemerintah Kabupaten Sampang memprioritaskan perbaikan jembatan putus dan penahan sungai yang jebol setelah diterjang banjir selama tiga hari berturut-turut.

"Kami sudah mengoordinasikan dengan instansi terkait, yakni dinas pekerjaan umum agar akses jalur lalu lintas normal," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Anang Joenaidi di Sampang, Kamis.

Jembatan yang putus setelah hujan deras dan banjir melanda Kabupaten Sampang itu adalah jembatan penghubung Kecamatan Banyuates dan Kecamatan Tambelangan.

Jembatan sepanjang 24 meter itu putus pada 13 Desember 2020 sehingga akses penghubung warga dua kecamatan juga terputus.

Tiga hari kemudian, yakni pada 16 Desember 2020, jembatan penghubung antardesa di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang, juga putus.

Menurut Camat Kedungdung, jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 3 meter ini merupakan akses penghubung antara Desa Daleman dengan Desa Pasarenan, Kedungdung.

Selain merusak jembatan, hujan deras yang berlangsung selama tiga hari tiga malam hingga menyebabkan Kota Sampang tergenang banjir itu, juga menyebabkan tanggul penahan aliran sungai Kalikamoning jebol.

Kepala BPBD Pemkab Sampang Anang Joenaidi menjelaskan, Bupati Slamet Junaidi telah meninjau secara langsung ke lokasi kejadian dan meminta agar dinas terkait segera melakukan perbaikan dengan cara menggunakan dana tanggap darurat bencana pada APBD Pemkab Sampang.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020