Sidoarjo (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyiagakan lima unit kapal keruk yang digunakan untuk mengalirkan lumpur dari dalam kolam penampungan menuju ke Kali Porong.

Humas BPLS Hengki Listria Adi, Senin mengatakan, kapal keruk yang digunakan ini digunakan di sejumlah titik kolam penampungan untuk mengurangi beban di dalam kolam penampungan.

"Kapal keruk yang bertugas untuk mengalirkan lumpur di dalam kolam penampungan ini memang tetap dibutuhkan meskipun saat ini semburan lumpur mengalami penurunan," katanya.

Ia mengemukakan, saat ini semburan lumpur di dalam kolam penampungan berkisar 20 ribu sampai dengan 40 ribu meter kubik setiap harinya.

"Kondisi ini menurun dibandingkan dengan awal-awal terjadinya semburan lumpur di lokasi ini yang mencapai lebih dari 100 ribu meter kubik sehari," katanya.

Ia mengatakan, selain semburan lumpur yang mengalami penurunan, saat ini gelembung gas yang muncul di sekitar lokasi semburan lumpur juga sudah hilang.

""Bubble gas' atau gelembung gas yang kerap kali muncul di sekitar lokasi semburan saat ini sudah lenyap atau hilang," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga mengembangkan wisata lumpur dengan membangun museum geologi yang ada di sisi selatan semburan lumpur.

"Nantinya akan ada diorama serta video yang bercerita tentang semburan lumpur mulai dari pertama kali muncul tahun 2006 sampai dengan saat ini," katanya.

Ia mengatakan, pada 12 Maret 2017 mendatang pihaknya akan menggelar dialog bersama dengan Kapolresta Sidoarjo terkait program mengemudi aman atau "safety riding" kepada para pengendara di sekitar semburan lumpur.

"Rencananya akan ada seribuan peserta yang ikut dalam aksi ini, tentunya para pengendara akan melakukan mini raly di sekitar semburan lumpur (Lapindo, red)," katanya.(*)

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017