Bojonegoro (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, masih belum memperoleh kejelasan pasokan minyak mentah produksi lapangan Banyuurip Blok Cepu yang akan dijadikan dasar untuk pembangunan mini "refenery" (kilang minyak).
    
"Sampai saat ini belum ada kejelasan terkait pasokan minyak 10.000 barel per hari untuk dasar pembangunan kilang minyak di Bojonegoro," kata Bupati Bojonegoro Suyoto, di Bojonegoro, Senin.
    
Meski demikian, menurut dia, pemkab akan terus mengupayakan ada kejelasan soal pasokan minyak Blok Cepu, sebab Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) pernah menjanjikan soal pasokan minyak Blok Cepu.
    
Pemkab, sesuai rencana melalui BUMD PT Bangkit Bangun Sarana (BBS) akan membangun kilang minyak dengan PT Tierra Energi Perkasa dalam bentuk kerja sama operasi dengan kapasitas kilang mencapai 10 ribu barel per hari.
    
Selain itu konsorsium PT Humpus juga akan membangun kilang minyak di daerah setempat juga dengan kapasitas 10.000 barel per hari.
    
Menurut dia, permasalahan yang masih menghambat karena ada dua ketentuan yang berbeda terkait pembangunan kilang minyak, salah satunya tidak perlu alokasi minyak, tetapi izin operasional harus diproses terlebih dulu.
    
"Kami sudah mengajukan permintaan pasokan melalui surat kepada Kementerian ESDM soal kepastian pasokan minyak," ucapnuya.
    
Pemkab, kata dia, merintis untuk membangun kilang minyak bekerja sama dengan investor sudah sejak dua tahun lalu, tetapi belum ada perkembangan yang berarti karena terkait kejelasan pasokan minyak.
    
Terkait pembangunan dua kilang minyak itu, menurut dia, tidak akan menganggu keberadaan kilang minyak yang dikelola PT Tri Wahana Universal (TWU) di daerahnya.
    
"Semakin banyak kilang minyak baik bagi perkembangan perekonomian di daerah karena bisa menciptakan "multiplayer effect" dan menciptakan ketahanan energi," tuturnya.
    
Ketua Badan Kerja Sama (BKS) "Participating Interest" (PI) Blok Cepu Ganesha Asyari di Bojonegoro, menjelaskan Kementerian ESDM sepakat pembangunan dua kilang minyak di Bojonegoro dengan memperoleh pasokan minyak Blok Cepu.
    
Namun, lanjut dia, Kementerian ESDM memberikan batas waktu masa pembangunan kilang minyak dua tahun, setelah memperoleh izin prinsip.
    
"Sesuai rencana dua kilang masing-masing akan memperoleh pasokan 10.000 barel per hari. Sedangkan TWU akan memperoleh tambahan 10.000 barel per hari yang sebelumnya hanya 6.000 barel per hari," kata dia. (*)



Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017