Jember (Antara Jatim) - Serikat Buruh Muslimin (Sarbumusi) bersama ratusan buruh kebun PT J.A Wattie, Perkebunan Curah Mas berdemonstrasi untuk menuntut upah layak dan menolak sistem kerja borongan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.

"Para buruh kebun menuntut untuk diberikan upah yang layak dan menolak sistem kerja borongan karena sebelumnya para buruh bekerja dengan sistem harian lepas," kata Ketua Sarbumusi Jember, Umar Faruk di Jember.

Dengan kerja sistem borongan, lanjut dia, hal itu dianggap cukup memberatkan buruh karena harus ada target yang harus dipenuhi, sedangkan kondisi di lapangan tidak menentu.

"Untuk pohon karet yang telah berusia tua, tentu tidak bisa menghasilkan getah karet dalam jumlah banyak sehingga sulit memenuhi target yang ditetapkan," katanya.

Menurut dia, para buruh meminta perusahaan mengembalikan sistem kerja seperti semula dan hal tersebut disampaikan pada saat pertemuan buruh yang difasilitasi Disnakertrans Jember.

"Terkait upah, buruh tidak meminta sesuai dengan upah mininum kabupaten (UMK) sebesar Rp1.629.000, namun seharusnya diberikan upah yang layak dan tidak terlalu jauh perbedaannya dengan UMK," tuturnya.

Pertemuan buruh dengan perwakilan PT J.A Wattie yang difasilitasi Disnakertrans Jember yang digelar di aula Disnakertrans setempat berlangsung alot, bahkan sempat terjadi ketegangan antara buruh dengan perwakilan perusahaan perkebunan itu.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Jember M. Yasin mengatakan pada pertemuan tersebut buruh dan perusahaan sudah sepakat yakni PT J.A Wattie akan memenuhi tuntutan buruh.

"Perusahaan bersedia memenuhi tuntutan buruh dengan syarat pengawasan dari Disnakertrans Jember dan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap tindaklanjut kesepakatan itu," tuturnya.

Pantauan di lapangan, demonstrasi para buruh tersebut mendapat pengawalan yang ketat dari aparat Polres Jember.(*)

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016