Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong percepatan perbaikan akses jalan dan penyediaan transportasi pendukung di Bandara Notohadinegoro Jember serta Bandara Internasional Dhoho Kediri agar kedua fasilitas itu memberikan dampak signifikan bagi ekonomi dan pariwisata daerah.
“Tanpa perbaikan akses jalan, dua bandara tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi dan pariwisata daerah. Tapi saya berdoa mudah-mudahan itu bisa secara operasional jalan terus,” ujar Dewanti di Surabaya, Rabu.
Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa Bandara Jember sebelumnya sempat berhenti beroperasi, begitu pula Bandara Dhoho Kediri yang mengalami tantangan serupa akibat rendahnya jumlah penumpang yang tidak sebanding dengan biaya operasional.
Menurut dia, kedua bandara tersebut memiliki peluang besar menjadi motor pertumbuhan kawasan, baik di Jember maupun Kediri.
“Kalau dikelola dengan benar, saya yakin pertumbuhan ekonomi di sekitar bandara akan meningkat. Industri, UMKM, dan destinasi wisata akan bergerak,” katanya.
Namun Dewanti menegaskan bahwa potensi tersebut tidak akan optimal tanpa kesiapan transportasi dan infrastruktur penunjang yang memadai dari pemerintah daerah.
“Wisatawan atau tamu yang datang jangan sampai kesulitan. Harus ada transportasi yang siap, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya.
Dari sisi teknis, lanjut dia, fasilitas dua bandara tersebut sudah cukup memadai. Bandara Notohadinegoro Jember saat ini memiliki runway 1.645 x 30 meter, apron 68 x 96 meter, serta terminal 920 meter persegi.
Kementerian Perhubungan bahkan menyiapkan pengembangan runway menjadi 2.250 x 45 meter, dengan potensi perpanjangan hingga 2.500 meter agar mampu melayani pesawat berbadan besar.
Sementara Bandara Dhoho Kediri dibangun sebagai megaproyek modern dengan runway 3.300 x 45 meter, terminal seluas 18.000 meter persegi berkapasitas awal 1,5 juta penumpang per tahun, dan apron yang mampu menampung hingga 12 pesawat narrow body serta tiga pesawat wide body.
Ia meminta pemerintah daerah bersama pemprov menyiapkan trayek DAMRI, shuttle reguler dari pusat kota, serta jalur penghubung antarobjek wisata agar pergerakan wisatawan semakin mudah dan terintegrasi.
Dewanti juga menyoroti data awal operasional Bandara Dhoho. Berdasarkan laporan Angkasa Pura I, pada masa arus mudik Lebaran 2024, bandara tersebut mencatat 1.155 penumpang hanya dalam beberapa hari, meski penerbangan masih terbatas.
Sebagai anggota Komisi D DPRD Jatim, Dewanti memastikan pihaknya siap mengawal penganggaran serta kebijakan pendukung penguatan operasional kedua bandara tersebut.
Ia meminta Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada pembangunan fisik bandara, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti peningkatan jalan provinsi, jalur penghubung wisata, transportasi terintegrasi, hingga manajemen lalu lintas yang ramah bagi penumpang.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025