Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur segera melakukan langkah-langkah penanganan dan penerapan mitigasi pasca-longsor yang memutus akses jalan penghubung antara Desa Nyawangan dan Desa Picisan di Kecamatan Sendang, Sabtu (1/11) malam.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Agus Sulis, Minggu menyatakan pihaknya sudah melakukan mitigasi awal dengan mengevaluasi dampak bencana longsor yang memutus jalan penghubung Desa Nyawangan dengan Desa Picisan.
"Kami masih melakukan kajian konstruksi yang sesuai untuk kondisi tebing dan jalan," ujarnya usai mengunjungi lokasi.
Namun pihaknya belum bisa memastikan besaran biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan desa yang amblas terseret longsor.
Agus juga mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan BPBD untuk menyiapkan jalur alternatif yang aman bagi warga terdampak.
Sementara itu Camat Sendang Husein mengatakan, putusnya akses jalan tersebut membuat warga Desa Picisan dan Dusun Putuk Desa Nyawangan yang biasanya menggunakan jalan itu untuk usaha pertanian dan pengangkutan susu harus memutar sekitar 10 kilometer lewat jalur lain.
Kondisi ini mengganggu mobilitas ekonomi lokal.
BPBD Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Pelaksana BPBD, Robinson Pasaroan Nadeak, memperkuat langkah mitigasi dengan menyiagakan personel, melakukan pemetaan ulang titik rawan longsor, dan menyarankan agar warga di lereng dan bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras.
"Kita harus memastikan akses dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Petugas gabungan dari Polsek Sendang, BPBD dan perangkat desa telah memasang garis pengaman di lokasi longsor dan mengimbau warga untuk tidak melintasi lokasi yang rawan until proses pembersihan selesai.
Jalur yang terputus ini merupakan rute vital bagi pengangkutan susu dan produk pertanian lokal, sehingga pemerintah daerah menargetkan perbaikan segera sekaligus rekomendasi untuk memperkuat talud serta sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026