Sampang (ANTARA) - Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang, Jawa Timur memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Madulang yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar di lembaga itu terganggu.

"Komisi IV DPRD Pamekasan telah melakukan koordinasi awal dengan dinas teknis dan pihak sekolah terkait persoalan tersebut, termasuk memantau secara langsung di lapangan," kata Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, di Sampang, Kamis.

Ia menjelaskan, kasus yang terjadi di SDN 2 Madulang, Kecamatan Omben, Sampang itu bukan hanya karena sengketa lahan, akan tetapi juga karena ruang kelas rusak.

Berdasarkan serap informasi yang dilakukan, sambung Mahfud, awalnya memang ada tiga ruang kelas rusak yang dibangun di tanah atas nama pribadi warga.

Pihak sekolah mengajukan rencana perbaikan, akan tetapi tertolak, karena berada di lahan sengketa.

"Ruang kelas yang terletak di bagian selatan itu lambat laun rusak, dan yang bagian utara juga rusak, sehingga tidak bisa ditempati untuk kegiatan belajar mengajar," katanya.

Saat ini, sambung dia, KBM terpaksa digelar di teras rumah warga sekitar, dengan situasi yang sangat tidak baik.

Secara terpisah Pelaksana Harian Kepala SDN 2 Madulang Ahmad Susanto menjelaskan, KBM di teras rumah warga itu dilakukan, karena tingkat kerusakan di semua ruang kelas sudah mencapai 80 persen lebih.

"Daripada terjadi musibah, apalagi akhir-akhir terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, maka kegiatan belajar mengajar terpaksa kami gelar di teras-teras rumah warga," katanya.

Ia menjelaskan, total jumlah siswa yang terpaksa belajar dengan sarana terbatas itu sebanyak 149 orang dari kelas 1 hingga kelas IV.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang rumahnya bersedia ditempati KBM, sehingga kegiatan tetap berlangsung meski dalam suasana yang serba terbatas.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026