Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur melakukan mediasi terkait sengketa lahan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Lerpak 2 guna menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di lembaga itu.
"Saat ini negosiasi antara Pemkab Bangkalan yang diwakili dinas pendidikan dengan pengacara pemilik lahan sedang berlangsung dan berharap kasus sengketa lahan di SDN Lerpak 2 Bangkalan tersebut segera selesai," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bangkalan, Moh Ya’kub di Bangkalan, Rabu terkait sengketa lahan di SDN Lerpak 2.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Lerpak 2 Bangkalan terganggu, setelah warga pemilik lahan yang ditempati sekolah itu menyegel semua ruang kelas.
Akibat kejadian itu, para siswa yang berjumlah sebanyak 230 orang tidak bisa masuk ruang kelas.
"Kasus penyegelan SDN Lerpak 2 itu sejak Senin (3/11) kemarin dan hingga hari ini masih berlangsung," katanya.
Moh Ya'kub menjelaskan, untuk tetap menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah terpaksa meminta bantuan warga di sekitar sekolah itu dengan meminjam teras rumah dan Mushalla.
Pihak sekolah bersama tokoh masyarakat dan para orang tua siswa juga terus berupaya mencari solusi dengan melakukan pendekatan kepada warga pemilik lahan.
"Kami berharap, kasus ini bisa segera selesai, karena jika penyegelan berlangsung lama, maka yang akan menjadi korban adalah para siswa," kata Kepala SDN Lerpak 2, Junaidi.
Sementara itu, kasus sengketa lahan pendidikan sebagaimana terjadi di Kabupaten Bangkalan ini juga terjadi di dua kabupaten lain di Pulau Madura, yakni di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan.
