Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kolaborasi dengan PT Pupuk Kaltim meningkatkan hasil panen padi dari sebelumnya 6-7 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu terbukti dengan panen demonstration plot (Demplot) padi di lahan seluas 2.500 meter persegi yang melibatkan petani di Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, pada Kamis.
"Terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim, kerja sama ini memperkuat sinergi bersama TNI/Polri, Bulog dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden," kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.
Menurut dia, Banyuwangi diproyeksikan turut berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional, dan tahun 2025 luas tanam padi di Banyuwangi mencapai 121.319 hektare, naik 1.668 hektare dibanding tahun 2024.
Wabup Mujiono mengatakan dengan peningkatan luas tanam tersebut total produksi padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 806.164 ton gabah kering panen (GKP), naik 11.381 ton dibanding tahun sebelumnya.
"Berdasarkan data neraca pangan Januari-September 2025, Banyuwangi mencatat surplus sekitar 307.244 ton beras, meningkat 39.868 ton dibanding periode yang sama tahun lalu," katanya.
Selain itu, lanjut Mujiono, serapan beras oleh Bulog Banyuwangi dari hasil panen petani juga menunjukkan lonjakan signifikan, dan tahun ini mereka berhasil menyerap 52.162 ton beras, jauh lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang hanya 4.943 ton dan tahun 2024 sebanyak 5.329 ton setara beras.
"Kondisi ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga gabah kering panen menjadi Rp6.500 per kilogram, serta ketersediaan pupuk bersubsidi yang mencukupi," kata Mujiono.
Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Agrosolution yang diinisiasi Pupuk Kaltim untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
"Program percontohan ini mampu meningkatkan hasil panen padi dari sebelumnya 6-7 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare, dan peningkatan ini dicapai berkat pendampingan intensif, penerapan teknologi pertanian modern dan penguatan rantai pasok berbasis prinsip 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership)," kata Mujiono.
Sementara itu, Asistent Vice President Agrosolution Pupuk Kaltim Wilayah Jatim dan Nusra Atik Dwi Purwadari mengatakan program Agrosolution merupakan upaya Pupuk Kaltim untuk meningkatkan produktivitas pertanian petani.
"Selain di Sempu, Demplot padi juga kami lakukan di Kalibaru, Genteng dan Blimbingsari. Ini bentuk dukungan kami bersama pemerintah daerah dan BUMN dalam membantu menyukseskan swasembada pangan," katanya.
