Kairo - Palestina menolak skenario memindahkan sebagian warga Palestina di Jalur Gaza ke wilayah Semenanjung Sinai, Mesir. "Belum ada pihak yang menawarkan pemindahan sebagian warga Palestina ke Sinai, dan kami menolak skenario tersebut," kata Kepala Biro Politik Gerakan HAMAS, Khaled Meshal dalam jumpa pers di Kairo, Senin. Meshal, yang kini bermukim di pengasingannya di Qatar setelah pindah dari Damaskus, Suriah, mengunjungi Mesir dalam upaya mendesak diakhirinya agresi militer Israel di Jalur Gaza. Kabar eksodus kalangan warga Palestina ke Sinai itu menjadi isu hangat di Mesir, dan pihak oposisi menuduh pemerintah mendiamkan kasus tersebut. Tersebar kabar bahwa sejumlah warga Jalur Gaza memasuki Semenanjung Sinai secara ilegal lewat terowongan-terowongan bawah tanah. Pihak oposisi menuduh adanya skenario dimasukkan sebagian wilayah Sinai ke Jalur Gaza untuk pembentukan satu negara terpisah. "Bila skenario itu terwujud, maka Jalur Gaza akan menjadi satu negara tersendiri terpisah dari Tepi Barat, Palestina," kata Mohsen Ragab dari Partai Al Wafd. (*)
Berita Terkait
Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan Anwar Ibrahim pada momen Lebaran
23 Maret 2026 20:39
Presiden Palestina harapkan Idul Fitri momentum wujudkan kemerdekaan
21 Maret 2026 10:31
Israel larang pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa
20 Maret 2026 16:50
FIFA sanksi Israel atas aduan Palestina
20 Maret 2026 05:35
Baznas RI salurkan 33.917 paket pangan dari warga RI untuk Palestina
13 Maret 2026 16:20
RI kutuk langkah Zionis Israel tutup Masjid Al-Aqsa di bulan Ramadhan
12 Maret 2026 07:16
Indonesia, Board of Peace, dan tafsir baru politik bebas aktif
7 Maret 2026 11:28
Survei: 57 persen warga AS dukung Palestina merdeka
28 Februari 2026 14:30
