kita ingin menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada teori, melainkan memberi dampak nyata bagi masyarakat global

Surabaya (ANTARA) - Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) menggelar 7th International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2025 di kampus setempat Surabaya, Selasa (21/10), guna mendorong inovasi multidisiplin untuk dunia sehat.

“Melalui ICVIAS, kita ingin menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada teori, melainkan memberi dampak nyata bagi masyarakat global,” ujar Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., M.M., Ph.D. dalam keterangannya, Rabu.

Ketua Panitia ICVIAS Drh. Shelly Wulandari, M.Si., Ph.D. menambahkan bahwa konferensi ini merupakan wujud komitmen Fakultas Vokasi UNAIR dalam membangun jejaring akademik internasional.

“ICVIAS menjadi ruang dialog dan sinergi. Di sinilah ide-ide besar lahir untuk menjawab tantangan dunia,” katanya.

Sorotan utama konferensi adalah kehadiran Wakil Rektor Unair Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH, Ph.D., FINASIM, yang juga termasuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists versi Stanford University.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya transformasi digital dalam sistem kesehatan, termasuk peran telemedicine, kecerdasan buatan, hingga inovasi robot perawat RAISA yang dikembangkan Unair.

Selain itu, ICVIAS 2025 menghadirkan Prof. Hiroshi Shimoda dari Yamaguchi University, Jepang, yang membahas pendekatan One Health untuk menghadapi zoonosis, serta Dr. Adi Idris dari Australia yang mengulas integrasi kecerdasan buatan dalam riset RNA dan pendidikan bioteknologi.

Kegiatan ini diwarnai diskusi lintas disiplin, presentasi riset, serta kompetisi poster mahasiswa internasional.

Melalui ICVIAS 2025, Fakultas Vokasi UNAIR menegaskan perannya sebagai penggerak kolaborasi multidisiplin menuju dunia yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026