Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengisyaratkan, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) yang digelar Pemkab Trenggalek bersama Komunitas Kesenian Jaranan berpeluang masuk kalender pariwisata dalam Kharisma Event Nasional (KEN) 2026.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kemenekraf sekaligus Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Dessy Ruhati selama kunjungan dua hari menyaksikan rangkaian pembukaan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sejak Minggu (28/9) hingga Senin.
"Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ini merupakan sebuah ekosistem ekonomi kreatif. Bukan hanya seni pertunjukan atau hiburan, karena festival ini menggerakkan seluruh subsektor ekonomi kreatif, mulai kuliner, kriya, hingga promosi digital," kata Dessy usai menyaksikan rangkaian FJTT di Trenggalek, Senin.
Ia menilai, keberlangsungan festival yang sudah 29 tahun digelar tanpa jeda menunjukkan komitmen besar Pemkab Trenggalek dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong sektor kreatif daerah.
"Harapannya festival ini tak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga menembus level internasional. Kemenparekraf siap membantu dari sisi hak kekayaan intelektual, pelatihan, dan pendampingan agar para pelaku ekonomi kreatif naik kelas dan berdaya saing global," ujarnya.
Senada, Asisten Deputi Strategi Event Kemenekraf, Fransiskus Handoko, menambahkan, FJTT berpeluang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
"Trenggalek sudah mengusulkan, dan kami melihat potensinya sangat besar. Event ini bisa naik kelas menjadi event nasional bahkan internasional. Pemerintah juga menyiapkan skema dukungan dana pariwisata non-APBN dan pendampingan perizinan agar kualitas penyelenggaraan terus meningkat," katanya.
