Madura Raya (ANTARA) - Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, meninjau langsung pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah, Rabu, pascaadanya temuan makanan basi dan berulat yang diterima siswa beberapa waktu lalu.
"Ini terpaksa kita lakukan, agar kasus serupa tidak terulang lagi," katanya saat meninjau pembagian menu MBG di SDN Mlajah 2, Bangkalan.
Dalam kunjungannya, Fauzan memastikan makanan yang dibagikan kepada siswa sudah memenuhi standar dan aman untuk dikonsumsi.
"Alhamdulillah, tadi tidak ditemukan ada makanan yang tidak layak. Dari hasil pengecekan, makanan dalam kondisi bagus, layak konsumsi, dan baunya sedap,” ujar wabup.
Menurutnya, temuan MBG basi hanya terjadi di sebagian kecil sekolah dan bukan keseluruhan.
Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, sebab mayoritas sekolah tetap menerima menu yang baik dan sesuai prosedur.
"Menu basi dan berulat itu mungkin hanya keteledoran. Kami berharap ke depan tidak akan terjadi lagi," katanya.
Fauzan menambahkan, proses pengolahan MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah dilakukan dengan ketat sesuai standar kesehatan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan percaya terhadap program tersebut.
"Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa SPPG sudah mengolah MBG sesuai prosedur yang ketat, sehingga anak-anak tetap aman saat mengkonsumsinya di sekolah," katanya.
Sementara itu, salah satu siswa Kelas V SDN Mlajah 2, Ilham Nur Firmansyah, mengaku senang dengan adanya program MBG. Ia merasa terbantu karena bisa menikmati berbagai menu setiap harinya.
"Senang, lauknya ganti-ganti. Kadang ayam, ikan, daging, kadang telur jadi tidak bosan. Saya paling suka menu ayam," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 552 porsi MBG di SMA Negeri 3 Bangkalan ditemukan berbau busuk dan berulat.
Pihak sekolah akhirnya menolak ratusan porsi MBG itu dan meminta agar pengelola makanan menarik makanan itu.
Pewarta: Abd AzizEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026