Lamongan (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Sunan Drajat (UNSUD) Sa’diyin menilai masuknya nama Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara dalam bursa calon Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan sebagai hal wajar dalam strategi politik.
“Itu adalah hal wajar, karena kebebasan berserikat dan berpendapat harus dihargai dalam sistem demokrasi. Tetapi kalau orang baru langsung di posisi ketua, itu berarti kaderisasi partai jalan di tempat,” katanya saat dikonfirmasi di Lamongan, Jawa Timur, Selasa.
Ia menjelaskan partai politik memiliki fungsi utama melakukan kaderisasi politik dan pendidikan politik yang seharusnya berjalan melalui proses yang berjenjang dan bukan dengan cara serba mendadak.
Menurutnya, pendekatan tokoh masyarakat atau pejabat kepada partai merupakan hal lumrah dalam praktik politik lantaran strategi itu dianggap saling menguntungkan baik bagi partai maupun tokoh yang bersangkutan.
“Secara politik, partai akan berusaha mendulang suara sebanyak-banyaknya dengan cara melakukan pendekatan kepada masyarakat, melalui ormas, maupun tokoh masyarakat. Ormas akan mendapatkan akses politiknya, sedangkan tokoh masyarakat mendapat akses politik untuk menyampaikan aspirasi politiknya,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara menjadi salah satu dari sepuluh nama yang diusulkan Pengurus Anak Cabang (PAC) hasil penjaringan DPC PDI Perjuangan Lamongan.
Dari jumlah itu, sembilan calon sudah mengikuti tahapan psikotes yang digelar secara daring oleh DPP PDI Perjuangan, sedangkan satu calon berhalangan hadir.
Hasil psikotes akan dipertimbangkan DPP bersama tahapan uji kelayakan dan kepatutan sebelum menetapkan satu ketua dan dua personalia untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Lamongan masa bakti 2025–2030.
