Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong pembinaan atlet catur lewat penyelenggaraan turnamen catur nasional terbuka Kajari Cup 2025.
Menurut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha catur bukan olahraga asing bagi masyarakat Kota Kediri, mengingat mereka berhasil meraih satu medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dalam ajang Porprox IX beberapa waktu lalu.
“Hal ini membuktikan bahwa catur memiliki masa depan cerah di Kota Kediri,” katanya saat menghadiri Kajari Cup 2025 di Gedung Sport Center Kampus 4 Universitas Nusantara PGRI Kediri, Sabtu.
Wakil Wali Kota Kediri berharap turnamen ini mampu melahirkan pecatur-pecatur berprestasi yang dapat membanggakan Indonesia.
Gus Qowim, sapaan akrabnya juga menekankan bahwa penyelenggaraan turnamen ini sejalan dengan visi misi Kota Kediri 'Mapan' (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni), khususnya pada sektor 'Kediri City Tourism'. Ada ratusan peserta yang ikut dalam acara ini.
“Kehadiran ratusan peserta dari seluruh Indonesia bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari promosi pariwisata. Dengan semakin banyak tamu yang datang, harapannya Kota Kediri semakin dikenal luas sebagai kota yang hangat, indah, sekaligus penuh potensi,” kata dia.
Turnamen Catur Nasional 2025 ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-1146 Kota Kediri sekaligus Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80.
Lomba ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari U10 putra-putri, U14 putra-putri, U18 putra-putri, hingga perorangan terbuka.
Terdapat sebanyak 611 peserta dari berbagai provinsi antara lain Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, DIY, serta Jawa Timur turut berpartisipasi, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp66,3 juta.
