Madiun (ANTARA) - Sebanyak 134 pelajar tingkat SD hingga SMA mengikuti Kejuaraan Kota (Kejurkot) Catur Piala Wali Kota Madiun 2026 yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan pemkot setempat di Pujasera GOR Stadion Wilis Madiun, Jawa Timur.
"Ini kegiatan yang positif bagi anak-anak. Di tengah gempuran game online, anak-anak ini masih memilih permainan yang mengandalkan pikiran dan strategi. Ini luar biasa," kata Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun Mas Kahono Pekik, saat meninjau turnamen catur tersebut, Minggu.
Menurut Pekik kejuaraan tersebut bukan hanya soal kompetisi musiman, melainkan landasan penting untuk menjaga regenerasi atlet.
Oleh karena itu, ia memberikan catatan bahwa turnamen catur tersebut juga diproyeksikan untuk mencetak pecatur berbakat dari Kota Madiun.
"Ke depan, peserta dari tingkat SD harus lebih banyak. Karena dari situlah pembinaan atlet dimulai," katanya.
Selain meningkatkan prestasi dan mencetak bibit atlet, olahraga tersebut juga melatih para siswa agar tidak memiliki ketergantungan dengan game online atau daring.
Selain itu, Pemkot Madiun melihat potensi besar di balik ajang tersebut dan ke depan penyelenggaraan kejuaraan catur akan diarahkan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism.
"Dengan kemasan berskala nasional, event catur diyakini mampu menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Kota Madiun," katanya.
Ketua Percasi Kota Madiun Sofian Hadi mengatakan turnamen tersebut merupakan langkah awal yang penting sebagai persiapan menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Pacitan pada Mei mendatang.
"Dari kejuaraan ini akan kami seleksi atlet terbaik untuk mewakili Kota Madiun yang akan ikut di tingkat provinsi," katanya.
Guna mempersiapkan atlet mengikuti turnamen, Percasi kini rutin menggelar latihan di tiga kecamatan serta membuka pelatihan gratis setiap akhir pekan.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami harapkan bisa menjadi wadah edukasi bagi anak-anak dan nantinya ke depan juga dapat diselenggarakan kegiatan yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peserta," kata dia.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026