Kemendikdasmen dorong pengembangan sekolah berbasis olahraga

  • Rabu, 15 April 2026 5:38

Siswa berlatih di SMA Negeri Olah Raga di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong pengembangan sekolah berbasis olahraga dengan sistem pembelajaran fleksibel untuk mendukung kebutuhan siswa yang menjalani program latihan intensif sebagai upaya mencetak dan memperkuat serta melakukan pembinaan atlet berprestasi sejak dini. ANTARA Jatim/Umarul Faruq/mas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kedua kiri) mendengarkan penjelasan Kepala sekolah SMANOR Mohammad Sharul (kedua kanan) saat meninjau fasilitas di SMA Negeri Olah Raga di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong pengembangan sekolah berbasis olahraga dengan sistem pembelajaran fleksibel untuk mendukung kebutuhan siswa yang menjalani program latihan intensif sebagai upaya mencetak dan memperkuat serta melakukan pembinaan atlet berprestasi sejak dini. ANTARA Jatim/Umarul Faruq/mas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (ketiga kiri) melihat siswa berlatih di SMA Negeri Olah Raga di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong pengembangan sekolah berbasis olahraga dengan sistem pembelajaran fleksibel untuk mendukung kebutuhan siswa yang menjalani program latihan intensif sebagai upaya mencetak dan memperkuat serta melakukan pembinaan atlet berprestasi sejak dini. ANTARA Jatim/Umarul Faruq/mas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (tengah) Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai (kanan) mendengarkan penjelasan Kepala sekolah SMANOR Mohammad Sharul (kiri) saat meninjau siswa berlatih di SMA Negeri Olah Raga di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong pengembangan sekolah berbasis olahraga dengan sistem pembelajaran fleksibel untuk mendukung kebutuhan siswa yang menjalani program latihan intensif sebagai upaya mencetak dan memperkuat serta melakukan pembinaan atlet berprestasi sejak dini. ANTARA Jatim/Umarul Faruq/mas.

Berita Terkait