Malang - Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam KH Hasyim Muzadi meminta agar keberadaan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lahir ditengah-tengah maraknya koruptor kelas tinggi ini "diopeni" (dirawat) secara bersama-sama agar tumbuh menjadi lebih kuat.
"KPK menjadi awal dari gerakan pemberantasan korupsi. Agar korupsi tidak tumbuh semakin besar dan mampu menancapkan kuku-kukunya lebih dalam di negeri ini, maka peliharalah dan dukunglah KPK dengan keteguhan jiwa, sehingga bisa lebih kuat," kata Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi.
Bahkan, katanya, pihaknya bersama kiai, tokoh masyarakat dan cendekiawan nahdliyin akan terus memberikan dukungan dan memompa semangat KPK untuk memberantas sarang-sarang koruptor di Tanah Air. Oleh karena itu, lembaga ini (KPK) jangan ditinggalkan sendirian dalam menghadapi membasmi korupsi.
Menurut dia, dukungan secara masif terhadap KPK untuk memberantas segala bentuk korupsi di Tanah Air akhir-akhir ini cukup besar dan menjadi salah satu modal besar bagi KPK dan siapa pun yang antikorupsi.
Akan tetapi, lanjutnya, dukungan sebenarnya terhadap KPK ini adalah bagaimana moral masyarakat Indonesia untuk menghadapi kasus-kasus korupsi tersebut, sehingga bukan hanya dukungan secara institusional.
Bahkan, kata mantan Ketua Umum PBNU tersebut, Indonesia sudah terlalu banyak orang yang terlibat korupsi, sehingga dirinya sangat sulit mencari orang yang tidak korupsi pada saat ini.
"Tapi kita kan tidak boleh patah arang, meski korupsi di negeri kita ini sudah begitu luar biasa. Kita bersama-sama KPK dan oarang-orang yang peduli dengan perbaikan negeri ini harus berjuang keras untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya," tegas Hasyim Muzadi. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026