Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memfasilitasi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ritel modern sebagai upaya meningkatkan daya saing sekaligus mewujudkan program prioritas UMKM Naik Kelas.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai peluncuran sepuluh produk UMKM di Lamongan, Jawa Timur, Selasa, menyebut kerja sama dengan ritel modern sebagai langkah konkret memperluas akses pasar produk lokal.
"Kami terus memperkuat kolaborasi agar UMKM Lamongan berkembang dan kualitasnya diakui," katanya.
Adapun sepuluh produk yang masuk ritel modern itu antara lain Opak Ladusing produksi Sito Bandeng, Kembang Goyang produksi Ar Rayyan Sejahtera, Kerupuk Singkong produksi Navid Snack, Tempe Kriuk produksi Lisfood dan Rengginang produksi Jajanan Ibu.
Selain itu, Stick Balado produksi 2R Snack, Seblak Krispi produksi Mama Iin, Teri Krezz produksi Kirana Food Indonesia, Cotton Candy Arumanis produksi Ratita Snack, dan Keripik Seledri produksi Dins Snack.
Yuhronur menjelaskan seluruh produk tersebut telah melalui proses kurasi PT Sumber Alfaria Trijaya untuk memastikan standar mutu, keamanan, perizinan, dan kualitas kemasan.
"Kami juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM sejak tahap produksi hingga pemasaran," jelasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan Sugeng Widodo mengatakan bahwa UMKM tidak hanya menopang ekonomi daerah, tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja lokal.
"UMKM adalah penggerak ekonomi kerakyatan," katanya.
Sebagaimana diketahui, data dari Kominfo setempat, Jumlah UMKM di Kabupaten Lamongan saat ini mencapai 111.310 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 25.655 UMKM telah mendapatkan pembinaan pada 2024 dan 2025.
Sementara untuk fasilitasi legalitas, telah diterbitkan sebanyak 21.883 Nomor Induk Berusaha (NIB), 14.523 sertifikat halal, 30 izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 40 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta 154 Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan juga mencatat bahwa sektor perdagangan dan UMKM menyumbang 19,71 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2025, terbesar kedua setelah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 31,53 persen.
Branch Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Nurcahyo Rahutomo, menyatakan kesiapannya mendukung pemasaran produk UMKM Lamongan di jaringan ritel modern.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Lamongan dan PT Sumber Alfaria Trijaya menandatangani nota kesepahaman (MoU) program kemitraan.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026