Lamongan (ANTARA) - Kementerian Pertanian menyiapkan irigasi perpompaan untuk Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan air pertanian saat musim kemarau.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Sabtu, mengatakan sarana irigasi tersebut akan segera dipasang agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan optimal.

“Kami ingin air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Sebab, kondisi waduk diperkirakan masih cukup dengan ketinggian air sekitar tiga meter, tinggal bagaimana mengalirkan ke lahan pertanian,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemasangan irigasi perpompaan ditargetkan paling lambat pekan depan untuk mengantisipasi risiko kekeringan pada tanaman padi yang saat ini telah berumur lebih dari satu bulan.

Menurut Hermanto, langkah tersebut dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan tanaman tidak mengalami gagal panen menjelang masa panen pada Juni mendatang.

Sebagai informasi, irigasi perpompaan merupakan sistem pengairan yang menggunakan pompa untuk mengambil air dari sumber seperti sungai, sumur, atau embung, kemudian didistribusikan ke lahan pertanian melalui saluran terbuka maupun tertutup. 

Sistem tersebut umumnya digunakan pada lahan yang posisinya lebih tinggi dari sumber air atau tidak terjangkau jaringan irigasi teknis.

Penerapan irigasi perpompaan dinilai efektif untuk mengantisipasi kekeringan pada lahan tadah hujan, memperluas areal tanam, serta meningkatkan frekuensi panen petani dalam satu tahun.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan awal musim kemarau di Jawa Timur diprediksi terjadi pada Mei 2026, dengan puncak kekeringan berlangsung pada Agustus hingga September serta potensi penurunan curah hujan sebesar 20–40 persen akibat fenomena El Nino.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Joko Raharto menyebutkan sebanyak 15 kecamatan dan 71 desa di daerahnya diprediksi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

“Data itu yang kami sampaikan pada provinsi jatim guna keperluan langkah antisipasi dan mitigasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan dukungan irigasi bagi sektor pertanian,” ujarnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebelumnya menyatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan sumber-sumber air guna memastikan musim tanam kedua tidak mengalami gagal panen.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga melakukan normalisasi waduk dan sungai untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air selama musim kemarau.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026