Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-28 tingkat kabupaten menjadi bagian dari penguatan program Lamongan Nyantri melalui pembinaan generasi Qurani di daerah.
“MTQ ini tidak hanya ajang lomba, tetapi bagian dari upaya membumikan Al Quran yang sejalan dengan program Lamongan Nyantri,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan, pembinaan MTQ di Lamongan telah dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa hingga kecamatan, sehingga potensi qari dan qariah kini tersebar merata di berbagai wilayah.
“Dulu ada wilayah yang mendominasi, sekarang sudah menyebar. Ini menunjukkan pembinaan berjalan sampai tingkat desa dan mampu menggairahkan semangat Al Quran di masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, program Lamongan Nyantri diperkuat melalui berbagai gerakan pendidikan, seperti membaca dan menghafal Al Quran, yang turut melahirkan peserta potensial dalam ajang MTQ.
“Pembinaan melalui gerakan tersebut mendorong lahirnya talenta-talenta baru di bidang MTQ yang akan kita siapkan untuk jenjang berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Lamongan Moh. Nalikan melaporkan jumlah peserta MTQ ke-28 sebanyak 519 orang, dengan 285 peserta dinyatakan lolos seleksi, terdiri atas 144 utusan kecamatan dan 141 peserta independen.
MTQ ke-28 Lamongan berlangsung pada 14–15 April 2026 di sembilan lokasi lomba dengan tujuh cabang yang terbagi dalam 24 golongan, meliputi tilawah, hifdzil Quran, syahril Quran, tafsir Quran, fahmil Quran, karya tulis ilmiah Al Quran, dan khattil Quran.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026