Lamongan (ANTARA) - Ketua Asosiasi Presisi Mohammad Anas RA menilai pernyataan konsultan politik Saiful Mujani yang viral terkait ajakan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto patut ditelusuri guna memastikan konteks dan motifnya.
“Pimpinan lembaga survei memiliki tanggung jawab moral karena posisinya strategis dalam membentuk opini publik. Setiap pernyataan harus mencerminkan kehati-hatian dan komitmen terhadap stabilitas sosial-politik,” katanya saat dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur,
Ia menjelaskan narasi yang berpotensi multitafsir dan memicu kegaduhan tersebut merupakan kelalaian dalam menjaga tanggung jawab publik serta dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap industri riset.
Menurut dia, kredibilitas lembaga survei sangat bergantung pada integritas, objektivitas, dan independensi. Pernyataan yang mengarah pada delegitimasi sistem demokrasi dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik.
Asosiasi Presisi yang menaungi 32 lembaga survei nasional tetap mendukung kebebasan menyampaikan kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara beradab, berbasis argumentasi, dan tidak mengandung unsur hasutan.
Sementara itu Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azhari Ardinal menambahkan seluruh aktivitas riset dan ekspresi publik dalam ekosistem survei harus berlandaskan prinsip konstitusional serta nilai demokrasi.
Ia menegaskan pihaknya menolak narasi inkonstitusional yang dapat dimaknai sebagai ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme konstitusi yang berlaku di Indonesia.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026