Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mencari figur ketua umum baru sehubungan kepemimpinan periode 2007-2012 segera berakhir. Musyawarah Nasional (Munas) pemilihan ketua umum akan diselenggarakan 23-25 November mendatang di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara. "Sudah waktunya orang baru mengurus untuk mengurus tenis. Tentunya ini merupakan kesempatan bagi orang-orang pecinta tenis yang ingin mengabdi kepada cabang olahraga ini dengan mengetuai organisasi ini," ujar Ketua Umum Pelti 2007-2012, Martina Widjaja dalam konferensi pers di Jakarta (4/9). Martina mengaku tidak ingin kembali mencalonkan sebagai ketua umum. Ia mengatakan, memimpin Pelti selama dua periode sudah cukup. Selain itu, ia tidak ingin melanggar AD/ART yang mengatur bahwa seorang ketua umum hanya boleh menjabat selama dua periode saja. Sekjen PP Pelti Soebronto Laras mengatakan, kriteria utama yang dibutuhkan untuk menjadi ketua umum Pelti 2012-2017 adalah menggemari tenis. Disamping itu dibutuhkan seorang figur yang totalitas serta siap melanjutkan dan mengembangkan tenis di Indonesia. "Sepanjang kepengurusan, kami telah menjalin kerjasama dengan ITF (Federasi Tenis Internasional) dan ATF (Federasi Tenis Asia Tenggara). Kami berharap adanya figur ketua umum baru yang bisa meneruskan estafet ini," ujarnya. "Steering Committee" Munas, Albert Wuisan yang merupakan ketua Pelti Provinsi Sulawesi Utara mengatakan pendaftaran calon ketua umum sudah dapat dilakukan. Tim penjaringan pun sudah dibentuk. "Adapun hal yang akan kami lakukan adalah menyiapkan program kerja untuk pengurus yang terpilih nanti," ujarnya. Sementara peserta Munas nanti terdiri dari 33 Provinsi Pelti yang ada di Indonesia. Dengan catatan, kepengurusan yang belum melaksanakan Musorprov (Musyawarah Provinsi) karena masa kepengurusan sudah habis wajib menggelar Musorprov. Indonesia hadapi Filipina di Piala Davis Sementara di saat bersamaan, PP Pelti mengumumkan bahwa tim Piala Davis Indonesia siap menghadapi Filipina pada babak final Grup II zona Asia/Oceania, 14-16 September di Stadion Utama Tennis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Kendati komposisi pemain berbeda dengan tim Piala Davis beberapa bulan lalu kontra Thailand, diharapkan faktor tuan rumah dapat mengobarkan semangat. Untuk itu diharapkan partisipasi dari masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dapat menyaksikan pertandingan yang tidak dipungut biaya sama sekali. "Kami sangat berharap para pecinta tenis di Indonesia menyaksikan tim Piala Davis bertanding. Menyemangati mereka, memberi dukungan, agar mereka bisa mengalahkan Filipina dan mendapatkan promosi ke Grup I Asia/Oceania," ujar Soebronto Laras. Tim Piala Davis yang akan berlaga nanti diperkuat oleh Christopher Rungkat, Elbert Sie, dan Aditya Hari Sasongko. Persiapan mereka sudah dilakukan sejak empat bulan lalu. Saat ini masing-masing petenis sedang melakukan tur untuk menambah poin, terutama Christo yang berada di Shanghai, Cina. "Soal kans, tergantung Filipina menurunkan pemain mana. Beberapa petenis mereka bagus. Untuk itu kami sangat berharap dukungan dari masyarakat Indonesia," tutup Martina Widjaja. (*)
Berita Terkait
Galatasaray bekuk Liverpool 1-0
13 jam lalu
Bayern Muenchen bungkam Atalanta 6-1
13 jam lalu
