Surabaya (ANTARA) - Panitia Khusus (Pansus) Raperda Hunian Layak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah untuk mencari referensi penerapan hunian murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
Ketua Pansus Raperda Hunian Layak DPRD Surabaya Mohammad Saifuddin dalam keterangannya di Surabaya, Kamis, mengatakan bahwa pola pembangunan harus disesuaikan dengan karakteristik tanah masing-masing.
“Surabaya punya lahan di barat dan timur, meski kontur lahannya berbeda. Di timur, pembangunan vertical housing masih sangat mungkin,” ujarnya.
Pansus DPRD Surabaya berharap hasil kunjungan kerja ini dapat memperkaya materi penyusunan Raperda Hunian Layak, khususnya untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi warga MBR di Kota Pahlawan.
"Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penyusunan Raperda Hunian Layak Surabaya agar lebih adaptif, mengutamakan kebutuhan warga MBR, serta memperhatikan keberlanjutan konsep hunian yang ramah lingkungan," katanya.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengatakan rombongan pansus meninjau langsung Perumahan Bumi Svarga Asri (BSA) yang berlokasi di Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kendal.
"Kawasan hunian seluas 4,2 hektare dengan total 386 unit rumah ini menjadi salah satu contoh nyata penyediaan rumah murah berbasis konsep rumah hijau untuk warga MBR," katanya.
Rumah di kawasan BSA memiliki tipe 36 dengan luas lahan 60 meter persegi, menyasar warga berpenghasilan rendah, termasuk para guru. Model prioritas bagi profesi guru ini dinilai sebagai langkah positif yang bisa menjadi contoh di Surabaya.
“Luar biasa, pemerintah Kendal memprioritaskan para guru untuk mendapatkan rumah di BSA. Ini akan kami adopsi sebagai bahan masukan bagi pemerintah Kota Surabaya,” ujar Cak YeBe sapaan lekatnya.
Dalam diskusi bersama jajaran Pemkab Kendal, Disperkim Kendal, Kantor Pertanahan Kendal, Dinas PUPR Kendal, serta pengembang PT Asattu, pansus mendapat penjelasan detail soal model perumahan MBR di Kendal.
Selain rumah tapak, kawasan BSA juga dilengkapi dua blok rumah susun sederhana milik (rusunami) dan sembilan unit ruko.
"Seluruh kawasan BSA berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektare milik Bank Tanah Negara di bawah pengelolaan ATR-BPN. Rumah-rumah di sini dirancang ramah lingkungan dengan konsep rumah hijau," katanya.
Pansus Hunian Layak DPRD Surabaya cari referensi rumah murah untuk MBR
Kamis, 3 Juli 2025 15:08 WIB
Pansus hunian layak DPRD Surabaya saat berkunjung ke Kendal, Jateng. ANTARA/HO-Pansus Hunian Layak
