Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Surabaya mengajak kepada kader untuk menonton film tentang Bung Karno dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno.
Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Yordan M. Batara Goa di Kota Surabaya, Minggu mengatakan para kader tersebut diajak menonton pemutaran dua film dokumenter arsip nasional tentang Bung Karno dan film drama berjudul Kusno di mana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerankan tokoh proklamator RI tersebut.
"Kegiatan ini dihadiri ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan, elemen pemuda, beberapa organisasi sayap seperti Taruna Merah Putih dan komunitas antara lain Sarinah, Srikandi, BGR Perjuangan, Komunitas Juang Merah Total (KJMT)," katanya di sela pemutaran film tentang Bung Karno, di Balai Budaya Surabaya.
Selain menonton, kata dia, peserta juga mengikuti sesi diskusi inspiratif yang dipandu oleh Puteri Indonesia Berbakat tahun 2004 Ghea Novianti, dengan narasumber Ketua TMP Surabaya atau Juru Bicara PDI Perjuangan Seno Bagaskoro dan Budayawan Kuncarsono Prasetyo.
"Saya sungguh bahagia dan bangga pada sore hari ini. Mungkin ini pertama kalinya kita nonton film Bung Karno di gedung bioskop seperti ini. Tapi ini bukan hanya soal nonton film. Kalau hanya ingin menonton, bisa saja lewat HP masing-masing. Yang kita lakukan hari ini adalah upaya menghidupkan kembali semangat beliau," katanya.
Yordan juga menegaskan pentingnya mengenal Bung Karno melalui cara yang sesuai dengan zaman. Jika generasi dulu diperkenalkan lewat buku, maka generasi kini lebih mudah terhubung lewat audio visual.
"Sekarang generasinya beda. Orang lebih mudah paham lewat film. Melalui gambar dan suara, kita bisa lebih memahami siapa Bung Karno. Tetapi setelah nonton, harapannya kita pulang dengan semangat baru, bukan pulang dalam kondisi yang sama seperti saat datang ke sini," ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Nonton Bareng Film Dokumenter dalam Rangkaian Bulan Bung Karno 2025 Arjuna Rizky Dwi Kresnayana menyampaikan bahwa acara ini untuk mengenang perjuangan Bung Karno dan menegaskan bahwa Bung Karno Arek Suroboyo.
“Film ini menceritakan kisah hidup Soekarno, mulai dari masa kecilnya dengan nama Kusno, hingga perjuangannya sebagai proklamator dan presiden pertama Indonesia," katanya.
