Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur memfasilitasi 1.200 lowongan pada kegiatan bursa kerja (Job Fair) 2025 yang dipusatkan di GOR Seni Majapahit dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-107 Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Rabu mengatakan, dalam kegiatan itu diikuti 30 perusahaan dari Kota Mojokerto dan sekitarnya yang menawarkan lebih dari 1.200 lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja.
"Harapan kami melalui bursa kerja ini usia angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan atau masuk di dalam tingkat pengangguran terbuka Kota Mojokerto angkanya bisa berkurang secara graduatif," katanya.
Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Kota Mojokerto tingkat pengangguran terbuka Kota Mojokerto pada angka 3,76 persen atau setara dengan 2900-an jiwa.
Melalui pameran kerja yang menjadi event tahunan ini, kata dia, Pemerintah Kota Mojokerto bersinergi dan berkolaborasi untuk memberikan kesempatan kepada angkatan kerja.
"Dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka ini diharapkan masyarakat kota Mojokerto, khususnya usia produktif atau angkatan kerja ini bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kompetensinya sehingga akan meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Mojokerto," katanya.
Ia mengingatkan bahwa persaingan kerja semakin ketat karena tidak hanya persaingan antarpencari kerja sesama daerah, tetapi persaingannya justru dengan seluruh angkatan kerja secara nasional, dari berbagai sebagai daerah se-Indonesia.
Demikian halnya dengan rekrutmen untuk ASN juga sudah dilaksanakan secara transparan dan kompetitif dan harus dengan persetujuan BKN dan Kemenpan RB.
"Saya harapkan melalui pelatihan-pelatihan yang setiap tahun diselenggarakan oleh pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka meningkatkan kompetensi bagi Angkatan Kerja Kota Mojokerto itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Di bulan depan, bulan Juli sampai dengan Agustus, pemerintah kota masih menyediakan akan berbagai jenis pelatihan peningkatan kompetensi yang berstandar sertifikasi BNSP," ujarnya.
Ia berharap berbagai perusahaan yang berpartisipasi akan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan bisa benar-benar menyerap tenaga kerja secara proporsional.
"Kesempatan seperti ini hanya dilakukan setahun sekali oleh pemerintah Kota Mojokerto. Semoga bisa saling menguntungkan baik bagi perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan maupun bagi para angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026